MADANINEWS.ID, Makkah – Arab Saudi memastikan seluruh persiapan sistem transportasi untuk musim haji 2026 telah dirampungkan. Pemerintah menyiapkan skema mobilitas jemaah secara terintegrasi untuk mengatur pergerakan menuju lokasi-lokasi utama ibadah, termasuk kawasan Jamarat dan transportasi antarlokasi suci.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyebut pengaturan tersebut disusun bersama berbagai instansi terkait sebagai bagian dari sistem operasional terpadu untuk menjaga kelancaran arus jemaah selama puncak ibadah haji.
Melansir Gulf News, skema tersebut mencakup pengelolaan akses menuju kawasan Jamarat, operasional metro kawasan suci, serta transportasi yang menghubungkan titik-titik utama pelaksanaan ibadah haji.
Pemerintah Saudi menyebut sistem ini didukung perencanaan canggih dan pemanfaatan teknologi modern guna memastikan keamanan serta kelancaran perjalanan jemaah.
Untuk mengantisipasi dinamika di lapangan, Arab Saudi juga memperkuat sistem koordinasi operasional.
Kementerian menyebut pengawasan akan dilakukan melalui struktur komando terpadu yang memungkinkan pengambilan keputusan lebih cepat.
Selain itu, pertukaran informasi antarpetugas juga dipercepat untuk mendukung respons cepat jika terjadi perubahan situasi di lapangan.
Skema ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Saudi mengelola pergerakan jutaan jemaah selama tahapan puncak ibadah.
Jemaah Diminta Tertib Ikuti Jadwal
Pemerintah Arab Saudi menekankan bahwa keberhasilan pengaturan mobilitas jemaah sangat bergantung pada kepatuhan terhadap jadwal pergerakan yang telah ditetapkan.
Kementerian Haji dan Umrah meminta seluruh jemaah mengikuti ketentuan resmi dan tidak melakukan pergerakan di luar jadwal.
Menurut pemerintah, kedisiplinan jemaah menjadi faktor penting untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran seluruh rangkaian ibadah haji.
Otoritas Saudi juga menegaskan kerja sama seluruh jemaah sangat dibutuhkan agar pengalaman berhaji dapat berlangsung aman dan tertata dengan baik.
