MADANINEWS.ID, JEDDAH – Arab Saudi terus memperkuat sistem transportasi jelang musim haji 1447 H/2026 M. Demi memastikan keselamatan dan kelancaran pergerakan jutaan jemaah, pemerintah Saudi kini mengerahkan armada survei jalan terbesar di dunia yang dilengkapi teknologi pendeteksi kerusakan jalan berpresisi tinggi.
Langkah tersebut dilakukan oleh Roads General Authority di bawah Kementerian Transportasi dan Layanan Logistik Arab Saudi sebagai bagian dari modernisasi besar-besaran jaringan jalan nasional.
Teknologi ini disiapkan untuk mendukung kelancaran arus jemaah menuju berbagai lokasi suci selama puncak ibadah haji.
Bisa Deteksi Retakan Jalan hingga 0,05 Milimeter
Menurut laporan Arab News yang mengutip kantor berita Saudi (SPA), armada canggih tersebut dilengkapi kamera beresolusi tinggi serta sensor laser modern.
Sistem itu mampu mendeteksi berbagai kerusakan jalan mulai dari retakan hingga ketebalan perkerasan dengan tingkat akurasi mencapai 0,05 milimeter.
Tidak hanya itu, teknologi tersebut juga dapat mengukur keselarasan jalan serta tingkat kelicinan permukaan.
Data hasil pemantauan nantinya digunakan untuk mempercepat pengambilan keputusan dalam proses pemeliharaan dan perbaikan jalan, terutama saat mobilitas jemaah meningkat drastis selama musim haji.
Modernisasi infrastruktur jalan ini juga menjadi bagian dari transformasi transportasi nasional yang sejalan dengan program Saudi Vision 2030.
Arab Saudi menargetkan mampu melayani hingga 30 juta jemaah per tahun pada akhir dekade.
Otoritas Jalan Arab Saudi juga menargetkan penurunan angka kematian di jalan menjadi lima per 100 ribu penduduk sesuai standar global International Road Assessment Program.
Pemerintah Saudi menilai sistem transportasi yang aman menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji.
Didukung Ribuan Bus hingga Kereta Cepat
Sebelumnya, Kementerian Transportasi dan Layanan Logistik Arab Saudi juga memastikan kesiapan sektor penerbangan, kereta api, laut, hingga transportasi darat untuk musim haji 2026.
Di sektor penerbangan, lebih dari 3,1 juta kursi disiapkan melalui 12 ribu penerbangan di enam bandara utama dengan dukungan sekitar 22 ribu personel.
Saudi juga menerapkan inovasi check-in bagasi di luar bandara serta pengiriman awal air zamzam untuk mengurangi kepadatan penumpang.
Sementara di sektor perkeretaapian, jutaan penumpang diproyeksikan menggunakan layanan transportasi massal selama musim haji.
Lebih dari 2 juta jemaah akan dilayani Al-Mashaer Al-Mugaddasah Metro, sedangkan lebih dari 2,2 juta penumpang diperkirakan menggunakan Haramain High-Speed Railway yang menghubungkan Makkah dan Madinah.
Untuk transportasi darat, sekitar 33 ribu bus dan 5 ribu taksi disiagakan selama musim haji dengan dukungan tim pengawasan dan manajemen lalu lintas.
Adapun di sektor logistik dan maritim, layanan juga diperkuat melalui kesiapan Jeddah Islamic Port serta pusat keselamatan transportasi nasional yang siaga 24 jam menghadapi kondisi darurat.
