General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, menjelaskan layanan Mecca Route memanfaatkan area ruang tunggu gate 13 hingga 15 di Terminal 1.
“Mecca Route memanfaatkan ruang tunggu gate 13-15 di Terminal 1 sebagai area layanan fast track oleh Pemerintah Arab Saudi,” kata Tohir di Sidoarjo, Rabu.
Dengan sistem ini, pemeriksaan keimigrasian Arab Saudi dilakukan sebelum keberangkatan. Hal ini membuat proses kedatangan jemaah di Madinah menjadi lebih cepat dan efisien.
Dua Kloter Perdana Diberangkatkan
Pada hari pertama operasional, sebanyak 380 jemaah kloter pertama Embarkasi Surabaya asal Kabupaten Probolinggo diberangkatkan menuju Bandara Internasional Pangeran Mohammad Bin Abdul Aziz, Madinah.
Rombongan tersebut terbang menggunakan pesawat Saudia Airlines nomor penerbangan SV5347 pada pukul 09.30 WIB.
Di hari yang sama, kloter kedua juga diberangkatkan dengan total 374 jemaah asal Kabupaten Probolinggo, ditambah masing-masing satu jemaah dari Kota Malang dan Kota Surabaya serta empat petugas haji.
Kloter kedua ini menggunakan penerbangan Saudia Airlines SV5333 yang berangkat pukul 13.55 WIB.
“Hari ini ada dua kloter yang berangkat menuju Tanah Suci. Total dari dua kloter tersebut sebanyak 760 orang,” ucapnya.
43.623 Jemaah Berangkat dari Juanda
Tohir menyebutkan, proses embarkasi haji di Bandara Juanda akan berlangsung hingga 21 Mei 2026.
Secara keseluruhan, sebanyak 43.623 calon jemaah haji akan diberangkatkan dalam 116 kloter yang berasal dari Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.
Selain layanan Mecca Route, pihak bandara juga melakukan berbagai peningkatan fasilitas, mulai dari renovasi mushala, pembangunan toilet, hingga penyediaan dispenser air minum.
“Sebagai pengelola bandara, kami menyiapkan fasilitas untuk mendukung kelancaran pelaksanaan haji serta memastikan seluruh fasilitas beroperasi normal,” ujarnya.
Untuk mendukung keamanan, petugas Aviation Security (Avsec) juga disiagakan di asrama haji guna melakukan pemeriksaan sebelum keberangkatan. Selain itu, petugas Airport Movement Control (AMC) turut mengawal bus jemaah hingga ke area sisi udara.
