MADANINEWS.ID, JAKARTA – Maraknya aktivitas menjelang musim haji 2026 dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melancarkan aksi penipuan dengan pola yang semakin beragam. Calon jemaah haji kini tak hanya menjadi target iming-iming keberangkatan, tetapi juga sasaran pencurian data pribadi hingga rekening.
Di Sukabumi, sedikitnya 20 calon jemaah haji diduga hampir menjadi korban dalam kasus serupa yang tengah menjadi perhatian.
Modus Update Data Lewat Telepon
Kepala Kantor Haji dan Umrah Kabupaten Sukabumi, Abdul Manan, mengungkapkan pelaku biasanya menghubungi korban melalui telepon dengan dalih pembaruan data.
“Memang akhir-akhir ini banyak modus yang menghubungi jemaah, bahkan bukan hanya di Sukabumi tapi se-Indonesia. Modusnya itu menelepon jemaah dengan alasan update data, kemudian meminta data seperti KTP atau dokumen lainnya,” kata Abdul Manan, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, pelaku kerap memanfaatkan kondisi jemaah yang tidak dapat datang langsung ke kantor layanan atau berada jauh dari lokasi.
“Saat jemaah tidak bisa atau jaraknya jauh, si penelepon menawarkan bantuan secara daring,” sambungnya.
Sebar Aplikasi, Rekening Bisa Dikuras
Selain lewat telepon, pelaku juga menggunakan modus lain dengan mengirimkan aplikasi tertentu untuk diunduh korban. Setelah terpasang, pelaku dapat mengakses perangkat korban.
Dari situ, data penting termasuk informasi perbankan hingga rekening bisa diambil alih.
“(Jadi targetnya) itu data nasabah atau terutama data rekening dana yang ada di jemaah. Barusan juga ada informasi jemaah dari Cianjur yang rekeningnya terkuras sekitar Rp 20 jutaan dengan modus yang sama,” ujar Manan.
Abdul Manan mengingatkan calon jemaah haji agar tidak mudah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal, terutama melalui sambungan telepon atau aplikasi.
Ia juga meminta jemaah segera menghentikan komunikasi jika menemukan indikasi penipuan.
“Kepada para calon jemaah haji kami meminta untuk tidak mudah melakukan apa yang mereka inginkan. Jika menemukan modus seperti itu, segera tutup telepon atau hubungi kami di kantor haji dan umrah,” ujarnya.
Pemerintah daerah turut mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang terus berkembang, terutama menjelang musim haji yang kerap dimanfaatkan pelaku.
