MADANINEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah menetapkan pemberangkatan jemaah haji Indonesia 2026 dimulai pada 22 April. Selain kesiapan dokumen dan perlengkapan, aspek kesehatan menjadi syarat krusial yang harus dipenuhi, termasuk vaksinasi wajib sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Ketentuan ini merujuk pada Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 7 Tahun 2025, yang juga mengatur seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji.
Vaksin Meningitis dan Polio Jadi Syarat Utama
Menjelang keberangkatan, calon jemaah diwajibkan menerima vaksin tertentu sesuai regulasi Kementerian Kesehatan. Salah satu yang utama adalah vaksin meningitis meningokokus ACWY.
Ahli gizi, Rita Ramayulis, menjelaskan pentingnya vaksin tersebut untuk melindungi jemaah di tengah kerumunan besar.
“Yang pertama vaksin meningitis meningokokus ACWY, ini untuk melindungi dari radang selaput otak yang mudah menular di kerumunan,” kata Rita dilansir antara Selasa (07/04).
Ia menambahkan, vaksin meningitis harus diberikan minimal 10 hari sebelum keberangkatan, dengan masa berlaku hingga lima tahun tergantung jenisnya.
Selain itu, vaksin polio juga menjadi syarat bagi jemaah asal Indonesia.
“Ini karena Indonesia masih termasuk negara yang dipantau terkait kasus polio,” ujarnya.
Vaksin polio diberikan satu dosis dalam rentang waktu empat minggu hingga 12 bulan sebelum keberangkatan.
Vaksin Tambahan Dianjurkan
Di luar vaksin wajib, jemaah juga dianjurkan menerima vaksin tambahan seperti influenza, pneumonia, dan COVID-19.
Langkah ini penting untuk menjaga daya tahan tubuh, mengingat aktivitas ibadah haji dilakukan dalam kerumunan besar dengan risiko penularan penyakit yang tinggi.
Selain vaksinasi, calon jemaah juga diminta menjaga kondisi fisik melalui pola hidup sehat.
“Pilih makanan yang tidak berisiko, dengan memperbanyak buah dan protein rendah lemak, sementara yang lain secukupnya,” katanya.
Untuk menjaga energi selama beribadah, jemaah disarankan membawa camilan praktis seperti kurma.
“Kalau merasa lelah, bisa konsumsi satu sampai tiga butir kurma,” ujarnya.
Ia juga menyarankan peregangan ringan sekitar 10 menit di pagi hari serta mengatur ritme berjalan agar tidak berlebihan.
Jangan Abaikan Kebutuhan Cairan
Rita mengingatkan jemaah agar tidak menahan buang air kecil maupun rasa haus, karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
“Ketika ada kesempatan istirahat, gunakan untuk istirahat, dan tetap jaga kebutuhan cairan,” katanya.
Dengan melengkapi vaksinasi dan menjaga pola hidup sehat, jemaah diharapkan dapat menjalani ibadah haji dengan kondisi fisik yang optimal.
