MADANINEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah menyiapkan sejumlah skenario untuk memastikan keberangkatan jemaah haji Indonesia tetap aman di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah perubahan rute penerbangan hingga kemungkinan penundaan keberangkatan jika situasi keamanan memburuk.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan pemerintah saat ini memprioritaskan keselamatan jemaah haji di tengah dinamika geopolitik kawasan.
“Yang jelas skenario utama kita sekarang itu adalah keselamatan jemaah haji dan mudah-mudahan pelaksanaan haji bisa dilaksanakan, itu saja. Kita berharap di situ. Tapi skenario-skenario lain tetap dipersiapkan,” ujar Dahnil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/3).
Opsi Perubahan Rute Penerbangan
Dahnil menjelaskan salah satu skenario yang disiapkan pemerintah adalah memastikan jalur penerbangan menuju Arab Saudi tetap aman.
Pemerintah akan berkoordinasi dengan otoritas penerbangan internasional, pemerintah Arab Saudi, serta sejumlah negara lain untuk menentukan jalur penerbangan yang paling aman bagi jemaah haji Indonesia.
“Kan ada, ada rute yang berbeda, misalnya lewat jalur selatan, kemudian ada lewat Afrika,” ucap dia.
Langkah tersebut disiapkan sebagai antisipasi apabila rute penerbangan yang biasa digunakan terdampak situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Opsi Penundaan Keberangkatan
Selain perubahan rute, pemerintah juga mempertimbangkan skenario penundaan keberangkatan jemaah haji jika konflik belum mereda hingga menjelang jadwal keberangkatan.
Dahnil menyebut opsi tersebut bisa diambil apabila situasi dinilai membahayakan keselamatan jemaah.
“Nah kemudian skenarionya ya seperti COVID misalnya yang lalu, kalau kemudian membahayakan jemaah misalnya dan membahayakan keselamatan, maka skenario untuk menunda bisa jadi muncul,” ujarnya.
Skenario tersebut, kata dia, akan dibahas bersama DPR RI sebelum diambil keputusan.
Keselamatan Jemaah Jadi Prioritas
Menurut Dahnil, pemerintah terus memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah untuk menentukan langkah terbaik bagi penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Ia menegaskan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama pemerintah.
“Tadi petunjuk Presiden adalah semua kondisi atau semua skenario harus dipersiapkan. Orientasinya tadi saya sebutkan, pastikan keselamatan jemaah yang utama,” ucap dia.
Pemerintah berharap eskalasi konflik di kawasan tersebut dapat segera mereda sehingga pelaksanaan ibadah haji tahun ini dapat berjalan sesuai rencana.
