MADANINEWS.ID, MAKKAH – Lonjakan jemaah pada sepuluh hari terakhir Ramadan mendorong otoritas transportasi Arab Saudi meningkatkan kapasitas layanan kereta cepat yang menghubungkan kota-kota suci. Operator kereta nasional Saudi Arabia Railways (SAR) mengumumkan penambahan perjalanan Haramain High-Speed Railway menjadi lebih dari 140 trip per hari.
Penambahan frekuensi perjalanan ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas jemaah antara Makkah dan Madinah selama puncak musim umrah di bulan Ramadan.
Selain menambah jadwal perjalanan, SAR juga menyiapkan lebih dari 1,7 juta kursi selama periode puncak Ramadan guna mengakomodasi lonjakan penumpang.
Dalam operasional harian, lebih dari 100 perjalanan kereta dijadwalkan melayani rute antara Makkah dan Madinah.
Lonjakan penumpang biasanya terjadi pada waktu-waktu tertentu, terutama menjelang waktu berbuka puasa dan setelah salat tarawih, ketika banyak jemaah melakukan perjalanan antar kota.
Mengutip laporan saudigazette, SAR menyatakan bahwa peningkatan jumlah perjalanan kereta dilakukan berdasarkan indikator permintaan musiman yang terus meningkat selama Ramadan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi untuk menjaga kelancaran mobilitas jemaah yang datang untuk beribadah di dua kota suci tersebut.
Kereta cepat Haramain merupakan salah satu proyek transportasi terbesar di kawasan Timur Tengah.
Jalur kereta ini menghubungkan Makkah dan Madinah melalui Jeddah serta King Abdullah Economic City, sehingga memudahkan mobilitas jemaah yang datang dari berbagai wilayah.
Kereta tersebut mampu melaju dengan kecepatan hingga 300 kilometer per jam, sehingga waktu perjalanan antara Makkah dan Madinah dapat ditempuh sekitar dua jam.
Dengan panjang jalur sekitar 453 kilometer, Haramain High-Speed Railway menjadi salah satu moda transportasi utama bagi jemaah yang ingin bepergian dengan cepat, aman, dan nyaman.
SAR menyatakan seluruh tim operasional dan petugas lapangan disiagakan sepanjang waktu untuk menghadapi tingginya mobilitas jemaah selama Ramadan.
Operator kereta juga memastikan standar keselamatan serta kualitas layanan tetap terjaga selama periode lonjakan penumpang.
Peningkatan frekuensi perjalanan kereta ini diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran mobilitas jutaan umat Muslim yang datang ke Makkah dan Madinah untuk menjalankan ibadah maupun menunaikan umrah selama bulan suci Ramadan.
