MADANINEWS.ID, MAKKAH – Sempat viral di media sosial, video yang menampilkan karpet masjid di Tanah Suci dengan teknologi canggih memancing rasa penasaran banyak orang. Pertanyaannya pun mengemuka: benarkah karpet di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dilengkapi chip elektronik? Jawabannya, ya—dan informasi tersebut berasal dari sumber resmi.
Laporan media kredibel seperti Saudi Press Agency menyebut pengelola Masjid Nabawi telah memasang chip Radio Frequency Identification (RFID) pada puluhan ribu karpet. Teknologi ini digunakan untuk mempermudah pengelolaan karpet sekaligus menjaga standar kebersihan jamaah.
Lebih dari 25 Ribu Karpet Terdata Digital
Otoritas Masjid Nabawi memasang chip RFID pada lebih dari 25.000 karpet yang tersebar di ruang utama, koridor, hingga area atap masjid. Setiap karpet memiliki identitas digital yang tersimpan dalam sistem.
Dengan teknologi tersebut, petugas dapat melacak posisi karpet secara presisi, baik di dalam masjid maupun di area pelataran. Sistem ini membantu memastikan karpet terdistribusi secara merata dan tertata rapi di seluruh area ibadah.
Pantau Usia Pakai hingga Jadwal Pencucian
Chip RFID tidak hanya berfungsi sebagai penanda lokasi. Sistem juga mencatat informasi penting, mulai dari tanggal pembuatan karpet, riwayat penggunaan, hingga jadwal pencucian dan sterilisasi.
Jika sebuah karpet melewati jadwal pembersihan yang ditentukan, sistem akan mengirimkan notifikasi otomatis kepada tim kebersihan. Karpet tersebut kemudian segera ditarik untuk dicuci dan disterilkan sesuai prosedur.
Langkah ini memungkinkan pengelola menjaga kebersihan secara konsisten di tengah arus jutaan jamaah yang datang silih berganti.
Bukan untuk Melacak Jamaah
Otoritas menegaskan bahwa pemasangan chip RFID ini murni untuk manajemen fasilitas masjid. Teknologi tersebut tidak digunakan untuk melacak jamaah atau mengumpulkan data pribadi.
Tidak ada laporan resmi yang menyebut adanya pemantauan individu. Sistem hanya bekerja pada level aset masjid untuk memastikan karpet yang digunakan jamaah selalu dalam kondisi bersih dan layak.
Melalui pendekatan ini, pengelola Masjid Nabawi—dan juga Masjidil Haram—menggabungkan teknologi modern dengan pelayanan ibadah, demi menjaga kenyamanan jamaah di tengah kepadatan aktivitas keagamaan.
