MADANINEWS.ID, JAKARTA – Menjelang bulan suci Ramadan, umat Islam kembali menanti penetapan hari pertama puasa yang menjadi penanda dimulainya kewajiban ibadah puasa selama satu bulan penuh. Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi ketentuan syariat.
Kewajiban puasa Ramadan ditegaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 183 berikut ini:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Arab Latin: Yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alallażīna ming qablikum la‘allakum tattaqụn.
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Sebagai rukun Islam keempat, pelaksanaan puasa Ramadan memiliki syarat wajib dan syarat sah yang harus dipenuhi agar ibadah tersebut bernilai di sisi Allah SWT.
Syarat Wajib Puasa Ramadan
Puasa Ramadan diwajibkan bagi muslim yang memenuhi sejumlah ketentuan berikut:
Beragama Islam
Kewajiban puasa hanya berlaku bagi umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan selama tidak ada halangan syar’i.Balig
Anak-anak yang belum mencapai usia balig belum dibebani kewajiban puasa Ramadan.Berakal Sehat
Orang yang tidak memiliki akal sehat, seperti mengalami gangguan jiwa atau pingsan, tidak diwajibkan berpuasa.Sehat
Muslim yang sedang sakit dan dikhawatirkan kondisinya memburuk jika berpuasa dibolehkan tidak berpuasa dan wajib menggantinya di hari lain.Ketentuan ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 185:
وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
Artinya: “Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan, maka wajib menggantinya pada hari-hari yang lain.”
Mampu
Orang yang sudah lanjut usia atau secara fisik tidak mampu berpuasa tidak diwajibkan menjalankan puasa Ramadan.Tidak Sedang Bepergian Jauh (Musafir)
Musafir diperbolehkan tidak berpuasa dan wajib menggantinya di luar Ramadan.Suci dari Haid dan Nifas
Perempuan yang sedang haid atau nifas tidak diwajibkan berpuasa dan haram melaksanakannya.Hal ini ditegaskan dalam hadis dari Aisyah RA:
“Kami diperintahkan untuk mengqadha puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha shalat.” (HR Muslim)
Syarat Sah Puasa Ramadan
Agar puasa dinilai sah, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi:
-
Niat
Puasa Ramadan wajib disertai niat. Tanpa niat, puasa tidak sah. -
Beragama Islam
Puasa hanya sah jika dilakukan oleh seorang muslim. -
Suci dari Haid dan Nifas
Puasa perempuan yang sedang haid atau nifas tidak sah. -
Dilakukan pada Hari yang Diperbolehkan
Puasa tidak sah bila dilakukan pada hari yang diharamkan, seperti:-
1 Syawal (Idul Fitri)
-
10 Zulhijjah (Idul Adha)
-
11, 12, dan 13 Zulhijjah (hari tasyrik)
-
Puasa sunnah khusus hari Jumat
-
Hari syak (30 Syaban)
-
Bacaan Niat Puasa Ramadan
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādhihis sanati lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta‘ala.”
Perkiraan Awal Ramadan 2026
Pemerintah
Pemerintah melalui Kementerian Agama belum menetapkan secara resmi awal Ramadan 1447 Hijriah. Penetapan akan diumumkan melalui sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Mengacu Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Ditjen Bimas Islam, awal Ramadan diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, namun tetap menunggu hasil sidang isbat.
Nahdlatul Ulama
Nahdlatul Ulama belum menetapkan keputusan resmi dan masih menunggu hasil rukyatul hilal. Berdasarkan Almanak NU, 1 Ramadan berpotensi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Muhammadiyah
Berbeda dengan pemerintah dan NU, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini menggunakan metode hisab hakiki dengan acuan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
