Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Innalillahi! Jemaah Umrah Lansia Wafat Usai Pesawat Delay Dua Hari di Bandara Jeddah

Abi Abdul Jabbar Sidik
12 February 2026 | 09:33
rubrik: Haji & Umrah
Innalillahi! Jemaah Umrah Lansia Wafat Usai Pesawat Delay Dua Hari di Bandara Jeddah

Jemaah umrah asal Makassar wafat di Bandara Jeddah usai Penerbangan Delay selama 2 hari. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JEDDAH – Seorang jemaah umrah asal Makassar, Sulawesi Selatan, wafat di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, setelah mengalami penundaan penerbangan selama dua hari. Korban bernama Sitti Maemunah (79) diduga meninggal dunia dalam kondisi kelelahan, kedinginan, dan kelaparan saat menunggu kepastian keberangkatan pesawat menuju Indonesia.

Peristiwa tersebut terjadi setelah pesawat Flyadeal yang membawa ratusan jemaah mengalami delay sejak Sabtu (7/2) waktu setempat hingga hari berikutnya.

Salah satu jemaah berinisial CL (31) menyebut korban meninggal pada hari kedua keterlambatan penerbangan. Ia menjelaskan bahwa almarhumah memiliki riwayat penyakit asma dan kondisi kesehatan yang rentan.

“Ini kejadian tanggal 8 Februari, hari kedua delay. Tanggal 8 (Februari) siang itu meninggal nenek, memang ceritanya ada sakit bawaan (asma), sudah tua dan sakit,” ujar CL kepada detikSulsel, Rabu (11/2/2026).

Menurut CL, ratusan jemaah telah kelelahan akibat menunggu berjam-jam di terminal bandara tanpa kepastian jadwal dan tanpa pelayanan dasar dari maskapai.

Jemaah Mengaku Tak Dapat Makan dan Minum

CL menuturkan, sejak Sabtu siang para jemaah berada di terminal tunggu tanpa mendapatkan makanan, minuman, maupun informasi yang jelas terkait penerbangan.

“Sampai jam 4 sore semua penumpang kelaparan karena tidak dikasih snack, tidak dikasih minum, tidak ada sama sekali informasi. Semua penumpang kelaparan dan di situ situasinya dalam terminal tunggu terminal 6, tidak ada penjual makanan yang masuk akal untuk dimakan sama orang Indonesia. Makanannya cuma pop mie,” katanya.

Pesawat sempat dijadwalkan kembali terbang pada Minggu (8/2) pukul 11.00 waktu setempat. Namun setelah penumpang naik ke pesawat, seluruh jemaah kembali diturunkan tanpa penjelasan lebih lanjut.

“Setelah itu kita turun dari pesawat menuju ke terminal tunggu bandara lagi diantar pakai bus, di situ tanpa pemberitahuan pesawatnya kenapa, jadwal pemberangkatannya diubah sampai jam berapa tidak ada pemberitahuan dari maskapai sampai sore,” jelasnya.

See also  Sepanjang Bulan Safar, 52,8 Juta Jemaah Umrah Padati Masjidil Haram dan Nabawi

Kondisi Jemaah Semakin Memburuk

Selama menunggu, para jemaah disebut tidak mendapatkan kompensasi berupa makanan berat, air minum, maupun snack. Kondisi terminal yang dingin membuat sejumlah jemaah jatuh sakit.

“Semua penumpang ini mungkin sudah merasa lapar, tidak jelas penerbangannya, akhirnya ada beberapa jemaah dari travelku pergi bertanya, konsultasi sama pihak maskapai,” tuturnya.
“Mereka sempat berdebat, kita minta kompensasi apa, tapi orangnya (maskapai) tidak bisa jelaskan apa-apa. Dia tidak bisa kasih solusi apapun,” tambahnya.

CL menyebut seorang jemaah laki-laki sempat mengalami kondisi kritis akibat tekanan darah tinggi dan kedinginan, namun berhasil mendapat penanganan medis di klinik bandara pada hari pertama delay.

Korban Sempat Dilaporkan Lemas

Situasi pada hari kedua semakin memburuk ketika korban dilaporkan dalam kondisi lemah. Namun, menurut CL, penanganan tidak segera dilakukan.

“Sempat dikasih tahu sama teman travelku, dikasih tahu tour leader (travelnya) bawa ini nenek sama orang bandara kalau ini nenek lemas, butuh penanganan intensif karena lemas,” katanya.
“Tapi katanya, tour leadernya bilang tidak apa-apa, karena neneknya memang sakit begini,” tambahnya.

Korban kemudian ditemukan pingsan di kursi terminal. Tim medis bandara baru datang setelah korban dinyatakan meninggal dunia.

“Dokter dipanggil tidak ada, nanti sudah meninggal, habis pi nyawanya ini nenek baru datang itu dokter (bandara). Tim medis bandara yang datang dan angkat itu mayat, tapi waktunya datang sudah meninggal ini nenek,” jelas CL.

Penerbangan Berangkat Usai Insiden

Setelah peristiwa tersebut, jadwal penerbangan menuju Makassar kembali muncul. Jemaah diberikan makanan ringan berupa roti, biskuit, dan air minum, lalu diberangkatkan menggunakan pesawat pengganti pada Minggu (8/2) sore. Rombongan tiba di Makassar pada Senin (9/2) pagi.

See also  Saudi Hadirkan Mobil Listrik buat Antar Jemput Jemaah Lansia di Masjidil Haram

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah melalui Kantor Wilayah Sulawesi Selatan menyatakan tengah menyelidiki kasus tersebut. Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel Ikbal Ismail menyebut pihaknya akan memeriksa maskapai terkait keterlambatan penerbangan.

“Jadi ini yang menunggu di bandara, mungkin kedinginan, makanya ada yang meninggal itu. Informasinya sih meninggal karena kedinginan,” ujar Ikbal.

Ia menambahkan bahwa penyelidikan akan dilakukan terhadap maskapai maupun pihak travel jemaah.

“Kita periksa dulu perusahaan maskapainya baru travelnya jemaah yang meninggal ini,” jelasnya.

Tags: delay penerbanganjemaah umrahjemaah umrah wafatmaskapai flydealpenerbangan umrahperlindungan jemaah
Previous Post

Manasik Nasional Tegaskan Komitmen Haji Ramah Lansia dan Disabilitas

Next Post

Wamenhaj Respons Gugatan AMPHURI soal Umrah Mandiri, Begini Katanya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks