Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Ongkos Haji Dinilai Masih Bisa Turun, Pemerintah Lakukan Evaluasi Sejumlah Layanan

Abi Abdul Jabbar Sidik
6 February 2026 | 08:00
rubrik: Haji & Umrah
Layanan Haji Dirombak! DPR Usul Satu Embarkasi Hanya Dilayani Satu Syarikah

Jemaah Haji Indonesia di Masjidil Haram. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEW.ID, JAKARTA – Upaya menurunkan ongkos ibadah haji kembali menjadi fokus pemerintah. Presiden menilai masih terdapat sejumlah komponen biaya yang dapat diefisienkan, seiring evaluasi rutin penyelenggaraan haji dari tahun ke tahun.

Dorongan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dan menjadi perhatian utama dalam perumusan kebijakan haji ke depan, khususnya terkait pengadaan layanan utama bagi jamaah.

Direktur Jenderal Pengendalian Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid, mengatakan Presiden secara konsisten meminta agar biaya haji dapat ditekan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

“Ini menjadi concern dari Presiden bagaimana biaya atau ongkos haji dari tahun ke tahun itu bisa turun,” kata Harun di Kota Padang, Kamis.

Pernyataan tersebut disampaikan Harun saat memberikan pembekalan kepada 90 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Embarkasi Haji Padang.

Hotel, Transportasi, hingga Armuzna Masuk Daftar Evaluasi

Harun menjelaskan, perhatian Presiden terhadap ongkos haji muncul setelah mencermati masih adanya pos biaya yang dinilai bisa dihemat. Salah satu komponen yang disorot adalah biaya hotel bagi jamaah haji.

Menurutnya, pembentukan Kementerian Haji dan Umrah tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga diarahkan untuk menurunkan beban biaya yang harus ditanggung masyarakat.

“Kita harus menurunkan setiap komponen pengadaan itu, baik itu transportasi, konsumsi, hotel maupun syarikah untuk pelayanan di Armuzna dan di Masyair,” ujarnya.

Kampung Haji Jadi Opsi Jangka Panjang

Selain efisiensi pada komponen layanan, pemerintah juga menyiapkan strategi jangka panjang melalui pembangunan Kampung Haji. Kawasan ini dikelola oleh Danantara Investment Management sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem haji yang lebih terintegrasi dan efisien.

Harun menyebut Kampung Haji dikelola melalui akuisisi aset perhotelan dan real estat yang berada di kawasan Thakher City, Makkah.

See also  AMPHURI Ingatkan Pemegang Visa Umrah Soal Batas Akhir Masuk dan Keluar Saudi

Namun, ia menegaskan kapasitas kawasan tersebut masih terbatas dan belum mampu menampung seluruh jamaah asal Indonesia.

Saat ini, Kampung Haji baru dapat mengelola sekitar 20 ribu jamaah haji, jauh di bawah jumlah jamaah Indonesia yang diberangkatkan setiap tahun.

Keterbatasan kapasitas Kampung Haji menunjukkan bahwa penurunan ongkos haji masih memerlukan kombinasi kebijakan. Pemerintah menilai langkah efisiensi jangka pendek pada komponen layanan harus berjalan seiring dengan pengembangan infrastruktur jangka panjang.

Evaluasi berkelanjutan tersebut diharapkan dapat menekan biaya haji tanpa mengurangi kualitas pelayanan bagi jamaah Indonesia.

Tags: Biaya HajiBPIHkampung hajikemenhaj rilayanan haji
Previous Post

Arab Saudi Ubah Total Pengelolaan Umrah Lewat Sistem Digital Terintegrasi, Begini Tahapannya

Next Post

Kisah Dokter Bedah yang Setia Mengajar Al-Quran di Masjid Nabawi Demi Penuhi Janji pada Sang Ibu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks