MADANINEWS.ID, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berencana menghadirkan suasana khas Indonesia di pemondokan jemaah haji selama berada di Arab Saudi. Salah satu terobosannya adalah menyulap lobi-lobi hotel jemaah di Mekkah dan Madinah menjadi gerai kuliner Nusantara sekaligus layanan jasa.
Rencana ini disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan jemaah, terutama dalam memenuhi kebutuhan makanan di luar menu katering resmi haji.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj, Jaenal Effendi, menyebut pemerintah Indonesia menyewa penuh sekitar 280 hotel untuk musim haji tahun ini.
Jaenal mengatakan area lobi hotel selama ini kurang produktif dan bisa dimanfaatkan menjadi ruang komersial yang bermanfaat bagi jemaah maupun diaspora Indonesia di Arab Saudi.
“Kadang jamaah itu rindu masakan yang tidak ada di menu katering haji, misalnya bakso, kopi, atau rawon. Jadi di lobi ini kita akan buatkan tenant-tenant,” kata Jaenal di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (27/01).
Ia menegaskan gerai tersebut akan diprioritaskan untuk masyarakat Indonesia yang tinggal di Arab Saudi atau diaspora, serta pelaku usaha dari Tanah Air.
Tak Hanya Kuliner, Ada Layanan Pengiriman Barang
Selain makanan khas Indonesia, area lobi hotel juga akan diisi gerai layanan jasa, termasuk perusahaan logistik nasional.
Jaenal menyebut perusahaan seperti PT Pos Indonesia, JNE, dan lainnya akan dilibatkan untuk melayani kebutuhan pengiriman barang jamaah.
“Siapa penghuninya? Adalah masyarakat kita yang di Saudi atau pelaku usaha kita. Sehingga mereka betul-betul menikmati itu,” ujar Jaenal.
Saat ini, Kemenhaj masih mematangkan regulasi dan perizinan dengan otoritas setempat agar operasional gerai-gerai tersebut berjalan tertib dan legal.
Jaenal menekankan pemanfaatan lobi hotel dimungkinkan karena hotel-hotel tersebut disewa penuh atau blok oleh pemerintah Indonesia, selama tidak melanggar aturan keselamatan dan ketertiban.
