Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Dari Fisik hingga Mental, Ini Tujuan Latihan Semi Militer Petugas Haji

Abi Abdul Jabbar Sidik
22 January 2026 | 08:30
rubrik: Haji & Umrah
Dari Fisik hingga Mental, Ini Tujuan Latihan Semi Militer Petugas Haji

Petugas Haji digemleng semimiliter di Asrama Haji Pondok Gede Bekasi. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah memperkuat kesiapan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026 dengan menerapkan pola pelatihan semi militer bagi petugas haji. Pendekatan ini dipilih untuk memastikan petugas memiliki ketahanan fisik, kedisiplinan, serta kesiapan mental menghadapi tekanan tugas selama operasional haji di Tanah Suci.

Pelatihan tersebut digelar oleh Kementerian Haji dan Umrah melalui program fasilitator training of trainer (ToT) yang berlangsung pada 5–8 Januari 2026 di Asrama Haji Pondok Gede.

Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan menjelaskan, pola semi militer diterapkan untuk membentuk karakter petugas yang tangguh dan disiplin, bukan semata-mata menitikberatkan pada aspek teknis pelayanan.

“Kenapa lakukan semi militer, karena petugas haji memerlukan fisik siap, disiplin yang siap, dan pemahaman medan bagi petugas haji kita,” katanya dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu (21/1/2026).

Menurut Irfan, tantangan di lapangan menuntut petugas mampu merespons situasi dinamis, termasuk kepadatan jamaah, kondisi cuaca, hingga tekanan kerja yang tinggi.

Penguatan SDM Jadi Fokus Penyelenggaraan Haji

Irfan menegaskan, pembinaan petugas haji tidak hanya diarahkan pada penguasaan prosedur teknis. Kementerian Haji dan Umrah juga mendorong penguatan sumber daya manusia, kolaborasi lintas sektor, serta peningkatan kompetensi layanan agar petugas bekerja secara profesional dan adaptif.

Dalam tahapan berikutnya, pendidikan dan pelatihan bagi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan digelar secara luring pada 10–30 Januari 2026. Program tersebut kemudian dilanjutkan secara daring pada 2–8 Februari 2026.

Dari total 4.418 petugas haji, sebanyak 4.377 orang telah terinput dalam sistem Masar Nusuk.

Penyelenggaraan Haji di Bawah Kementerian Baru

Penyelenggaraan haji 2026 juga menandai babak baru dalam tata kelola layanan haji nasional. Untuk pertama kalinya, ibadah haji dikelola langsung oleh Kementerian Haji dan Umrah yang dibentuk pada Agustus 2025.

See also  Kuota Ditetapkan 221.000, Calon Jemaah Haji 2019 Wajib Rekam Biometrik di Tanah Air

Perubahan struktur tersebut membawa orientasi baru dalam pengelolaan layanan, dengan penekanan pada kualitas pelayanan dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Pelatihan petugas dengan pola semi militer menjadi bagian dari upaya membangun sistem layanan haji yang lebih tangguh dan berintegritas.

“Kami sadari, haji adalah amanah besar, menuntut integritas kesungguhan pelayanan terbaik bagi tamu-tamu Allah,” kata Irfan.

Tags: haji 2026kemenhajlatihan semi militer petugas hajipelayanan hajiPetugas Haji
Previous Post

Saudi Larang Jemaah Haji Jalan Kaki dari Muzdalifah ke Mina

Next Post

Petugas Haji TNI-Polri Jadi 183 Orang, Naik Lebih 100 Persen dari Tahun Lalu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks