Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Tak Lagi di Saudi, Pembagiaan Kartu Nusuk Haji 2026 Kini Dilakukan di Embarkasi

Abi Abdul Jabbar Sidik
6 November 2025 | 11:30
rubrik: Haji & Umrah
Kemenag Pastikan Jamaah Tetap Bisa Masuk Masjidil Haram Meski Belum Pegang Kartu Nusuk

Kartu Nusuk Haji. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan bahwa kartu Nusuk Haji 2026 akan dibagikan langsung kepada jemaah di embarkasi pemberangkatan, bukan lagi setelah tiba di Arab Saudi seperti tahun sebelumnya.

“Berkaitan dengan pembagian kartu Nusuk (haji 2026) memang sudah direncanakan akan dibagikan di embarkasi pemberangkatan,” ujar Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Evaluasi dari Haji 2025: Banyak Jemaah Belum Terima Kartu

Keputusan ini merupakan hasil evaluasi penyelenggaraan haji 2025, di mana banyak jemaah Indonesia tidak segera mendapatkan kartu Nusuk meski sudah tiba di Tanah Suci. Kondisi itu sempat menghambat akses jemaah ke area penting, termasuk Masjidil Haram dan penginapan resmi.

Kartu Nusuk sendiri berfungsi sebagai identitas digital resmi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi, sekaligus alat verifikasi dan tiket akses ke berbagai layanan. Di dalamnya terdapat foto jemaah, nomor visa, kode QR, dan data perjalanan yang terintegrasi dengan sistem Saudi.

14 Embarkasi Utama dan Dua Embarkasi Baru

Dalam kesempatan yang sama, Gus Irfan mengungkapkan akan ada 14 embarkasi utama yang beroperasi penuh untuk pelaksanaan haji 2026, yakni:

Aceh, Medan, Padang, Pondok Gede, Bekasi, Solo, Surabaya, Balikpapan, Banjarmasin, Lombok, Makassar, Palembang, Batam, dan Kertajati (Indramayu).

Selain itu, dua embarkasi baru akan mulai beroperasi, yaitu Banten dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Dua provinsi baru yaitu Banten dan Daerah Istimewa Yogyakarta telah ditetapkan sebagai embarkasi atau debarkasi baru mengingat kesiapan sarana asrama, dukungan pemerintah daerah, serta potensi efisiensi pergerakan jemaah dari wilayah sekitarnya,” jelasnya.

Hanya Dua Syarikah Bertugas, 750 WNI Akan Direkrut

Untuk memastikan distribusi kartu dan pelayanan haji berjalan efisien, jumlah syarikah (perusahaan penyedia layanan haji asal Arab Saudi) akan dikurangi dari delapan menjadi dua perusahaan utama.

See also  Arab Saudi Tegaskan Kesiapan Layanan Haji 2026 Lewat Teknologi Pintar dan Regulasi Ketat

Langkah ini, kata Gus Irfan, diharapkan membuat pengawasan lebih fokus dan kualitas layanan meningkat.

“Petugas untuk mahasiswa di luar negeri kita sudah memaksa, meminta, kepada syarikah untuk meng-hire 750 orang WNI yang di Saudi maupun di Indonesia untuk jadi petugas syarikah, dan ini kita perkirakan, alokasikan sebagian untuk mukimin, untuk para mahasiswa di luar negeri,” terangnya.

Dengan kebijakan baru ini, proses pemberangkatan jemaah haji 2026 diyakini akan berjalan lebih tertib, cepat, dan bebas kendala administratif seperti tahun lalu.

Tags: embarkasi hajigus irfanhaji 2026kartu nusukmenteri haji umrahnusuk haji
Previous Post

Saudi Super Ketat!, Jemaah Dengan Kondisi Medis Ini Tak Boleh Berangkat Haji 2026

Next Post

Pastikan Haji 2026 Lebih Tertib, Kemenhaj Siapkan Pelatihan Intensif untuk Petugas Haji

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks