Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Beda Flu Biasa dan Virus RSV, Jangan Sepelekan Batuk Pilek pada Anak!

Abi Abdul Jabbar Sidik
31 October 2025 | 13:00
rubrik: Gaya Hidup, Info Sehat
Beda Flu Biasa dan Virus RSV, Jangan Sepelekan Batuk Pilek pada Anak!

Flu pada Anak. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Meski gejalanya tampak mirip seperti flu biasa, infeksi Respiratory Syncytial Virus (RSV) ternyata bisa jauh lebih berbahaya—terutama bagi bayi dan lansia. Virus ini bukan sekadar penyebab batuk pilek, tapi dapat menyerang saluran pernapasan bawah dan menyebabkan infeksi berat (ISPA).

“Kalau infeksinya di bawah, bisa bikin anak sesak napas, saturasi oksigen turun, dan kadang perlu rawat inap,” ujar dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med.Sc, Sp.A, Spesialis Anak dari IDAI, dalam sesi bincang media bersama Pfizer via Zoom, Kamis (30/10/2025).

RSV Bukan Flu Biasa

Menurut dr. Ian, flu biasa atau common cold bisa disebabkan oleh banyak jenis virus — dan salah satunya justru RSV. Bedanya, flu biasa biasanya hanya menyerang saluran pernapasan atas, sementara RSV bisa menembus hingga paru-paru bagian bawah.

“Common cold itu salah satu penyebabnya justru RSV. Jadi batuk pilek biasa bisa disebabkan RSV,” tambahnya.

Virus RSV dapat menginfeksi semua usia, tapi paling berbahaya bagi bayi di bawah dua tahun, anak prematur, lansia di atas 65 tahun, serta orang dengan daya tahan tubuh lemah.

“Kalau anak di bawah dua tahun kena RSV, dia bisa mengalami bronkiolitis, yaitu infeksi pada saluran napas kecil di paru-paru. Itu yang bisa menyebabkan sesak napas dan bunyi mengi,” jelas dr. Ian.

Gejala Mirip, Dampak Berbeda

RSV ditandai dengan hidung tersumbat, pilek, demam, dan batuk — gejala yang sangat umum. Namun pada bayi, balita, dan lansia, infeksi ini dapat berkembang menjadi mengi, napas cepat, atau kesulitan makan dan menyusu.

“Kalau dewasa mungkin cuma pegal-pegal atau lemas, tapi bayi bisa kesulitan bernapas karena paru-parunya menyempit,” ungkapnya.

See also  Marina Rilis Rangkaian Skincare Terbaru

Secara global, RSV menjadi penyebab lebih dari 33 juta kasus infeksi dan 100 ribu kematian anak di bawah lima tahun setiap tahun.

Pada anak yang sudah sembuh, infeksi berat akibat RSV juga dapat meningkatkan risiko asma di kemudian hari.

Tidak Semua Kasus Berat, Tapi Waspada

dr. Ian menegaskan, sebagian besar infeksi RSV dapat sembuh tanpa komplikasi. Namun, pada bayi kecil, virus ini bisa menyebabkan paru-paru mengalami overinflasi, yaitu kondisi di mana udara masuk tapi sulit keluar, hingga membuat napas tersengal.

“Sebagian besar kasus RSV sembuh sendiri, tapi pada bayi kecil, bisa sampai harus dirawat karena paru-parunya mengalami overinflasi, udara masuk tapi susah keluar,” jelasnya.

Dari hasil rontgen, paru anak dengan bronkiolitis akibat RSV biasanya tampak lebih putih dan tidak simetris, menandakan adanya gangguan pernapasan.

Pencegahan: Jangan Anggap Remeh Batuk Pilek pada Anak

dr. Ian mengingatkan agar orang tua tidak menyepelekan gejala batuk pilek pada anak di bawah dua tahun, terutama jika napasnya cepat atau berbunyi mengi.

“Kalau anak di bawah dua tahun batuk pilek lalu napasnya cepat atau bunyi mengi, segera periksa ke dokter,” pesannya.

Ia menekankan pentingnya edukasi dan deteksi dini, karena penanganan cepat bisa mencegah kondisi memburuk.

Tags: flu batukFlu biasainfeksi pernafasanispakesehatan anakRSV
Previous Post

BPJPH Ajak Pemda Aktif Fasilitasi Sertifikasi Halal bagi UMKM

Next Post

Saudi Buka Akses Pendaftaran Haji untuk Negara Minoritas Muslim Lewat Aplikasi Nusuk

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks