Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Turun Lagi! Biaya Haji 2026 Jadi Rp87,4 Juta, Ini Trennya dari Tahun ke Tahun

Abi Abdul Jabbar Sidik
31 October 2025 | 09:09
rubrik: Haji & Umrah
Mengenal Nafar Awal dan Tsani dalam Haji: Dua Pilihan Penting di Hari-Hari Tasyriq

Jemaah Haji di Mina. (foto: ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Kabar menggembirakan datang untuk calon jemaah haji Indonesia. Setelah melalui pembahasan panjang antara Komisi VIII DPR RI dan pemerintah, biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2026 resmi ditetapkan sebesar Rp87,4 juta per jemaah.

Sementara itu, bagian yang harus ditanggung langsung oleh jemaah atau biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) dipatok Rp54,2 juta. Angka ini turun sekitar Rp1,23 juta dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp55,43 juta.

“Kami sudah sepakati bersama pemerintah, Bipih tahun 2026 sebesar Rp54,2 juta. Ini turun dari tahun sebelumnya, tanpa mengurangi kualitas layanan bagi jemaah,” ujar Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, Rabu (29/10/2025).

Biaya Turun, Layanan Tetap Lengkap

Menurut Marwan, Bipih mencakup komponen utama perjalanan ibadah seperti biaya penerbangan, akomodasi di Makkah dan Madinah, serta biaya hidup (living cost) selama di Tanah Suci.

Penurunan biaya ini disebut sebagai bentuk efisiensi dan perlindungan daya beli jemaah, di tengah fluktuasi harga layanan di Arab Saudi. Pemerintah dan DPR berkomitmen agar kualitas pelayanan tetap terjaga meski ada penyesuaian nominal.

Dari Rp57 Juta ke Rp87 Juta: Begini Perjalanan Biaya Haji Indonesia

Selama satu dekade terakhir, biaya haji Indonesia mengalami naik-turun yang cukup tajam. Berikut rangkuman perjalanannya:

Tahun Total BPIH Jemaah Bayar Catatan
2013 Rp57,11 juta Rp43 juta Awal kenaikan moderat
2014 Rp59,27 juta Rp40,03 juta Penyesuaian biaya penerbangan
2015 Rp61,56 juta Rp37,49 juta Nilai manfaat besar
2016 Rp60 juta Rp34,6 juta Penurunan ringan
2017 Rp61,79 juta Rp34,89 juta Stabil
2018 Rp68,96 juta Rp35,24 juta Kenaikan tarif layanan
2019 Rp69,16 juta Rp35,24 juta Masih stabil
2020–2021 – – Tidak ada keberangkatan (pandemi)
2022 Rp97,79 juta Rp39,89 juta Lonjakan besar usai pandemi
2023 Rp90,05 juta Rp49,81 juta Mulai stabil
2024 Rp93,41 juta Rp56,04 juta Sedikit naik
2025 Rp89,41 juta Rp55,43 juta Mulai turun
2026 Rp87,4 juta Rp54,2 juta Turun Rp1,23 juta
See also  Biaya Haji Terancam Membengkak, Pemerintah: Tenang, Tak Akan Bebani Jemaah!

Stabil Sejak 2023, Kini Menuju Tren Positif

Kenaikan tertinggi terjadi pada 2022 saat biaya layanan masyair di Arab Saudi melonjak drastis. Namun, setelah itu tren mulai stabil bahkan menurun hingga 2026.

Penurunan tahun depan menjadi sinyal positif bagi calon jemaah, sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah masih bisa menjaga keseimbangan antara kemampuan finansial jemaah dan keberlanjutan dana manfaat haji yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Meski begitu, faktor eksternal seperti kurs rupiah dan harga avtur tetap menjadi penentu utama dalam penetapan biaya setiap tahun.

Tags: Biaya Hajibiaya haji turunbpih 2026DPR RIhaji 2026jemaah hajikementerian haji umrahongkos haji 2026
Previous Post

Haji 2026: Ini Detail Layanan bagi Jemaah Indonesia Selama di Tanah Suci

Next Post

Gila! Saudi Mau Bangun Stadion “Melayang” 350 Meter di Atas Gurun untuk Piala Dunia 2034

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks