MADANINEWS.ID, Jakarta – Dalam perjalanan hidup, tak jarang seseorang menghadapi situasi sulit yang membuat segalanya terasa buntu. Entah karena tekanan pekerjaan, masalah keluarga, atau urusan yang tak berjalan sesuai rencana, setiap manusia pasti pernah berada dalam kondisi di mana upaya terasa sia-sia dan jalan keluar belum juga terlihat.
Kesulitan bisa muncul dari faktor internal, seperti suasana hati yang tidak stabil atau pikiran yang kacau. Namun bisa juga datang dari faktor eksternal, misalnya perubahan kebijakan, lingkungan yang tidak mendukung, atau rencana yang tiba-tiba terganggu oleh keadaan di luar kendali.
Dalam kondisi seperti itu, Islam mengajarkan agar seorang Muslim tidak menyerah, melainkan berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT. Sebab, hanya Allah yang memiliki kuasa untuk mengubah kesulitan menjadi kemudahan.
Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW
Dari sekian banyak doa yang bisa dibaca saat menghadapi kesulitan, ada satu doa yang langsung diajarkan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana dicatat oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar (Beirut: Dar Ibn Hazm, 2004, hlm. 238). Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca ketika seseorang terjebak dalam masalah, beban, atau situasi yang terasa berat.
Berikut teks lengkapnya:
اللَّهُمَّ لا سَهْلَ إِلاَّ ما جَعَلْتَهُ سَهْلاً وأنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إذَا شِئْتَ سَهْلاً
Allâhumma lâ sahla illâ mâ ja‘altahu sahlan wa anta taj‘alul ḫazna idzâ syi’ta sahlan.
Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali Engkau jadikan perkara itu menjadi mudah, dan Engkau jadikan kesulitan menjadi kemudahan jika Engkau menghendaki.”
Doa pendek namun penuh makna ini mencerminkan pengakuan total seorang hamba atas kekuasaan Allah. Tidak ada yang mampu memudahkan segala urusan kecuali Dia, dan tidak ada kesulitan yang tetap berat jika Allah berkehendak untuk memudahkannya.
Makna “Hazn” Menurut Imam Nawawi
Dalam penjelasan Imam Nawawi, kata “hazn” (الحَزْن) yang terdapat dalam doa tersebut memiliki makna khusus. Ia menafsirkan lafadz itu sebagai tanah keras dan sulit ditanami, yang menjadi simbol dari kesulitan atau keadaan yang penuh rintangan.
Artinya, melalui doa ini, seorang Muslim sejatinya sedang memohon kepada Allah agar “tanah keras” kehidupannya dilunakkan — agar kesulitan, kebuntuan, atau penderitaan yang dihadapi menjadi mudah, lembut, dan membuahkan hasil.
Doa ini tidak hanya dibaca ketika menghadapi kesulitan besar, tetapi juga sangat relevan untuk segala bentuk kesulitan kecil — dari urusan pekerjaan yang macet, proyek yang tertunda, hingga perasaan cemas yang menghimpit.
Dengan mengucapkan doa ini, seorang Muslim mengingat bahwa semua kemudahan datang dari Allah, bukan dari perencanaan manusia semata. Doa ini menumbuhkan ketenangan batin dan keyakinan bahwa Allah akan membuka jalan keluar dengan cara terbaik.
Itulah doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk dibaca saat seseorang terjebak dalam situasi sulit.
Melalui wasilah doa ini, seorang hamba berharap agar Allah SWT memudahkan setiap urusan, melapangkan hati, dan menghilangkan segala penghalang menuju kebaikan.
