MADANINEWS.ID, MAKKAH – Langkah ambisius Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Kampung Haji Indonesia di Mekkah mulai menunjukkan hasil nyata. Dari Tanah Suci, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan bahwa proyek tersebut kini sudah memasuki tahap konkret dan mendapatkan sambutan positif dari pemerintah Arab Saudi.
“Cita-cita besar Presiden untuk membangun Kampung Haji Indonesia di Mekkah, insyaallah bisa terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama. Ini tentu membutuhkan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia,” ujar Dahnil dalam keterangan persnya, Senin (20/10/2025).
Kampung Haji rencananya akan menjadi pusat layanan terpadu bagi jemaah Indonesia, mencakup fasilitas kesehatan, penginapan, hingga pusat kebudayaan Nusantara. Tak hanya itu, proyek ini juga diharapkan menjadi simbol eratnya hubungan bilateral Indonesia–Arab Saudi dalam kerja sama keagamaan dan pelayanan haji.
Dahnil menekankan bahwa Presiden Prabowo kini tengah menata kembali berbagai sektor strategis agar Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara maju.
“Kami yakin beliau mampu melakukan berbagai perbaikan besar itu, dengan dukungan penuh seluruh rakyat,” tutur Dahnil.
Sebagai kementerian baru, Kemenhaj RI disebut berkomitmen memperkuat sistem penyelenggaraan haji dan umrah agar lebih profesional, efisien, dan bebas dari praktik manipulasi.
“Kami ingin penyelenggaraan haji berjalan dengan baik dan bersih dari praktik manipulasi maupun korupsi, sehingga benar-benar menjadi pelayanan terbaik bagi jemaah,” tegasnya.
Diplomasi Haji 2026
Selain membawa kabar baik soal Kampung Haji, Dahnil juga dijadwalkan melakukan pertemuan strategis dengan Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi. Agenda utama pertemuan ini adalah memperkuat kerja sama menjelang penyelenggaraan Haji 2026, termasuk peningkatan kuota dan efisiensi layanan untuk jemaah asal Indonesia.
“Pertemuan ini menjadi bagian dari penguatan diplomasi haji antara Indonesia dan Arab Saudi,” ungkap Dahnil.
Menurutnya, Presiden Prabowo secara langsung memberikan arahan agar tata kelola haji dilakukan secara transparan dan berkeadilan, dengan menempatkan kepentingan jemaah sebagai prioritas utama.
“Dari Mekkah, kami memohon doa seluruh rakyat Indonesia agar langkah-langkah perbaikan ini mendapat ridha Allah SWT dan membawa manfaat bagi umat,” pungkasnya.
