Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Pemerintah Targetkan Bandara Dhoho dan YIA Jadi Embarkasi Haji Mulai 2026

Abi Abdul Jabbar Sidik
6 October 2025 | 07:00
rubrik: Haji & Umrah
Terminal Khusus Haji Umrah Resmi Beroperasi, Menhub: Perjalanan ke Tanah Suci Kini Lebih Nyaman

Jemaah Haji Indonesia saat diberangkatkan melalui terminal khusus haji umrah di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah tengah menyiapkan babak baru dalam penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Jika selama ini jemaah dari Jawa Timur dan sekitarnya harus berangkat melalui Surabaya, dua bandara anyar segera menjadi alternatif baru: Bandara Dhoho di Kediri dan Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo.

Targetnya, jemaah haji sudah bisa diterbangkan langsung dari dua bandara tersebut mulai musim haji 1447 H (2026). Paling lambat, seluruh sistem embarkasi di sana siap beroperasi pada 1448 H (2027).

Deputi Bidang Koordinasi Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengonfirmasi bahwa tahap persiapan telah berjalan. Tim kementerian bahkan sudah turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan fasilitas di Bandara Dhoho.

“Tim kami juga sudah melakukan site visit ke Dhoho beberapa waktu lalu untuk mengumpulkan, melakukan evaluasi dan penilaian terkait feasibility,” jelasnya, dikutip Minggu (5/10/2025).

Puji menegaskan, rencana ini bukan berarti Surabaya akan kehilangan statusnya sebagai embarkasi utama.

“Karena load embarkasi Surabaya sangat tinggi,” ujarnya.

Dengan kata lain, pembukaan dua bandara baru dimaksudkan untuk mendistribusikan arus jemaah yang selama ini menumpuk di satu titik.

Mengurai Kepadatan, Mendekatkan Jemaah

Selama bertahun-tahun, Embarkasi Surabaya menjadi tumpuan utama bagi jemaah asal Jawa Timur. Akibatnya, antrean dan beban logistik terus meningkat. Dhoho dan YIA diharapkan menjadi solusi yang lebih efisien, terutama bagi wilayah selatan dan barat Jawa Timur, serta jemaah dari Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Soal implementasi target paling lambat musim haji 1448H [2027 M],” tambah Puji.

Kementerian Haji dan Umrah kini tengah menyusun peta jalan integrasi sistem embarkasi dan pelayanan calon jemaah, seiring perubahan otoritas penyelenggaraan haji mulai 2026 mendatang.

See also  Tahun 2026, Penyelenggaraan Haji Bakal Dipisah dari Kemenag

Standar Ketat: Minimal 4.000 Jemaah dan Fasilitas CIQ

Sementara itu, Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa setiap bandara yang ingin ditetapkan sebagai embarkasi haji wajib memenuhi standar yang ketat.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menjelaskan prosesnya akan melalui evaluasi teknis menyeluruh.

“Jika terdapat permohonan atau usulan penambahan bandar udara embarkasi, Kementerian Perhubungan akan melakukan evaluasi terhadap fasilitas di bandar udara untuk memastikan kesesuaian dengan standar pelayanan jemaah haji,” ujarnya.

Lukman menegaskan, bandara harus mampu melayani minimal 4.000 jemaah serta memiliki asrama haji dan fasilitas CIQ (Custom, Immigration, Quarantine) yang lengkap.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan seluruh operasional penerbangan haji dan umrah berjalan sesuai regulasi dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan jemaah,” tegasnya.

Dari sisi operator, Bandara Dhoho Kediri tak mau ketinggalan. General Manager Bandara Kediri, I Nyoman Noer Rohim, memastikan pihaknya tengah mempercepat seluruh proses agar bisa naik status menjadi bandara internasional.

“Adapun, secara fasilitas, Bandar Udara Kediri memiliki spesifikasi yang mumpuni dan sudah siap untuk melayani penerbangan haji dan umrah,” ungkap Nyoman.

Dengan bandara baru yang modern dan akses jalan tol yang semakin baik, wilayah selatan Jawa Timur berpotensi menjadi salah satu gerbang utama jamaah menuju Tanah Suci.

Jika semua berjalan sesuai rencana, ribuan jemaah dari Kediri, Blitar, Madiun, Tulungagung, hingga Yogyakarta tak perlu lagi menempuh perjalanan panjang ke Surabaya. Pemerintah berharap sistem baru ini tak hanya memperlancar operasional haji, tapi juga memberi kenyamanan lebih bagi calon tamu Allah.

Tags: bandara dhoho kediribandara yogyakartaembarkasi haji
Previous Post

Berbicara Saat Berwudhu, Bagaimana Hukumnya?

Next Post

Gus Irfan Ingatkan Risiko Kebocoran Dana Haji: “Satu Persen Saja Rp 200 Miliar!”

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks