MADANINEWS.ID, JAKARTA — Fasilitas fast track atau jalur cepat keimigrasian sudah mulai dirasakan jemaah haji Indonesia pada saat kedatangan di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah, Minggu, (07/07). Setidaknya ada lima kloter dari dua embarkasi yang akan menikmati layanan fast track.
“Jumlah jemaahnya 70 ribuan. Kalau dari total jemaah yang kita punya ya cukup banyak ya, 30 sampai 33 persen jemaah kita berangkat dengan fasilitas fast track,” ujar Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Arsyad Hidayat saat mengecek kesiapan gate fast track di Bandara Prince Mohammed Bin Abdulaziz Madinah, Minggu (07/07).
Secara teknis, layanan Fast Track ini dapat menghemat waktu jemaah setibanya di bandara tujuan. Sebab, proses pengecekan dokumen keimigrasian (pre departure clearence), seperti visa dan paspor, sudah dilakukan sejak di bandara asal. Fasilitas fast track baru terlayani di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jakarta. Pihak imigrasi Arab Saudi membuka konter di Bandara Soetta, dan melakukan pengecekan visa sebelum jemaah naik pesawat. Dengan demikian, semua proses keimigrasian sudah selesai sejak masih di Bandara Soetta.
Setibanya di Bandara Madinah, lanjut Arsyad, pergerakan jemaah juga relatif lebih cepat. Sejak turun pesawat, jemaah sudah diarahkan ke terminal khusus, Mekah Route, terminal yang didedikasikan untuk jemaah fast track.
“Sangat membantu jemaah, jemaah tidak ngantri-ngantri, dan yang penting juga jemaah sudah dipastikan clear semenjak dari Tanah Air,” ungkapnya.
Senada dengan Arsyad, Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Djumali menambahkan, saat ini fast track hanya terfokus untuk Embarkasi Jakarta. Embarkasi lainnya masih belum bisa diterapkan lantaran adanya keterbatasan sumber daya manusia (SDM).
