Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Tak Ada Lagi Pungli dan Korupsi, Gus Irfan Mau Kemenhaj Transparan dan Akuntabel

Abi Abdul Jabbar Sidik
26 September 2025 | 08:00
rubrik: Haji & Umrah
Tak Ada Lagi Pungli dan Korupsi, Gus Irfan Mau Kemenhaj Transparan dan Akuntabel

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochammad Irfan Yusuf (foto:dok/ist)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, tampil dengan sikap tegas. Ia menegaskan, kementerian yang baru lahir ini tidak boleh mengulang catatan kelam dalam penyelenggaraan ibadah haji.

“Kita boleh berkaca dari apa yang terjadi sebelumnya untuk introspeksi. Namun ke depan, Kemenhaj harus bersih, akuntabel, dan transparan. Tidak boleh ada permainan dalam urusan haji,” ucap Gus Irfan dalam keterangannya, Kamis (25/9/2025).

Menurutnya, lahirnya Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bukan sekadar tambahan birokrasi. Ia menyebut lembaga ini adalah amanah besar dari Presiden Prabowo Subianto yang menuntut hasil nyata.

“Kalau sekadar sama saja, tentu tidak ada gunanya, apalagi kalau lebih buruk. Kita wajib membuktikan bahwa Kemenhaj tidak salah dibentuk. Kemenhaj harus menjadi wajah baru yang berintegritas, profesional, dan berorientasi target,” tegasnya.

Fokus pada Kesehatan dan Dana Haji

Gus Irfan menekankan, selain soal integritas, kesehatan jemaah juga menjadi fokus utama pada musim haji 2025. Isu istithaah kesehatan akan menjadi pintu masuk untuk memastikan seluruh calon jemaah benar-benar siap menjalankan ibadah.

“Kita ingin jemaah haji pulang ke tanah air dengan kecintaan yang lebih besar kepada negaranya. Haji harus menjadi jalan membangun keadaban dan peradaban bangsa,” ungkapnya.

Tak kalah penting, pengelolaan dana haji yang mencapai hampir Rp20 triliun juga menjadi sorotan. Gus Irfan menegaskan dana sebesar itu wajib dikelola secara amanah agar manfaatnya bisa kembali sepenuhnya untuk jemaah.

Di sisi lain, program Kampung Haji tengah dipersiapkan sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat. Gus Irfan ingin agar penyelenggaraan haji tak hanya soal ibadah, tetapi juga memberi dampak sosial dan ekonomi bagi warga.

See also  Kemenag Tegaskan Kenaikan Biaya Haji Belum Final

Terkait Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), ia menekankan pentingnya pembinaan yang bersih, profesional, dan terukur.

Ia optimistis, Kemenhaj bisa menjadi institusi baru yang benar-benar menghadirkan penyelenggaraan haji lebih bermakna bagi bangsa.

Tags: gus irfankementerian haji umrahkorupsi hajiPungli Haji
Previous Post

MUI Ingatkan DPS: Jangan Biarkan Bank Syariah Mirip Bank Konvensional

Next Post

Meski Masih Proses Transisi, Wamenag Pastikan Persiapan Haji 2026 Aman

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks