Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Shalat di Masjidil Haram, Begini Aturan Posisi Imam dan Shaf Jamaah

Abi Abdul Jabbar Sidik
16 September 2025 | 14:18
rubrik: Haji & Umrah
Kenapa Jamaah Haji dan Umrah disebut Tamu Allah?

Jamaah haji melaksanakan salat berjamaah di masjidil Haram. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Makkah – Jamaah yang beribadah di Masjidil Haram mungkin pernah memperhatikan posisi imam yang tidak selalu sama. Kadang imam berdiri tepat di depan Ka’bah, tapi di waktu lain posisinya agak menjauh di tempat khusus yang memang sudah disediakan.

Hal ini sering memunculkan pertanyaan: di mana sebenarnya shaf pertama? Dan apakah makmum boleh berdiri lebih dekat ke Ka’bah dibanding posisi imam?

Penjelasan Syaikh Ibnu Utsaimin

Ulama besar Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah pernah memberikan jawaban yang sangat jelas. Beliau berkata:

الصف الأول هو الذي يلي الإمام من خلفه والدائر حوله. وأما الذي في جهة غير الإمام فلهم أن يتقدموا إلى الكعبة ولا حرج كما نص على هذا أهل العلم لكن جهة الإمام لا يجوز لأحد أن يتقدم عليه فيها

Artinya:
“Shaf awalnya adalah shaf di belakang imam dan sekitar imam. Adapun makmum yang berada pada selain jihhah (arah) imam, maka mereka boleh berada lebih depan daripada imam mendekati Ka’bah. Ini tidak mengapa, sebagaimana telah dijelaskan oleh para ulama. Namun para makmum yang ada pada jihhah (arah) imam, mereka tidak boleh berada lebih depan daripada imam.”
(Majmu’ Fatawa wa Rasail, 13/40–41)

Gambaran Praktis di Masjidil Haram

Dengan penjelasan ini, shaf pertama ditentukan oleh posisi imam, bukan sekadar yang paling dekat dengan Ka’bah. Artinya, selama tidak berada tepat di arah imam, jamaah boleh berdiri lebih dekat dengan Ka’bah.

Di Masjidil Haram, posisi imam kadang ditempatkan di belakang Ka’bah, tepat di antara Rukun Yamani dan Rukun Hajar Aswad. Karena itu, jalur shaf pada arah tersebut biasanya dikosongkan agar tidak ada makmum yang mendahului imam.

See also  Jemaah Diduga Coba Potong Kiswah Ka'bah, Langsung Ditangkap Polisi Saudi

Kesimpulan

  • Shaf pertama selalu mengikuti posisi imam.

  • Makmum boleh berada lebih dekat dengan Ka’bah selama tidak berada di arah lurus imam.

  • Larangan hanya berlaku untuk jamaah yang berada tepat di jihhah (arah) imam.

Semoga Allah memudahkan kita semua untuk bisa menunaikan haji dan umrah, sehingga dapat menyaksikan dan merasakan langsung shalat di Masjidil Haram.


Tags: imam masjidil haramimam shalat masjidil haramKabah
Previous Post

Biar Nggak Tersesat, Jemaah Wajib Kenali Lima Pintu Utama Masjidil Haram

Next Post

Dosen Ma’had Aly Segera Kantongi Insentif, Anggarannya Tembus Miliaran!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks