MADANINEWS.ID, Makkah – Setiap musim haji dan umrah, jutaan jamaah memadati Masjidil Haram. Saking luasnya—dengan lebih dari 200 pintu—tak sedikit jamaah yang kebingungan mencari jalan keluar atau bahkan tersesat. Karena itu, mengenali lima gerbang utama jadi kunci agar ibadah lebih tenang.
Gerbang yang dimaksud adalah King Abdulaziz Gate, King Fahd Gate, King Abdullah Gate, Umrah Gate, dan Al-Fath Gate. Kelimanya ditandai menara tinggi yang menjulang, sehingga mudah dikenali meski di tengah lautan manusia.
Pemerintah Arab Saudi sengaja menempatkan gerbang-gerbang ini di titik strategis. Tujuannya memecah arus jutaan jamaah agar tak menumpuk di satu area saja. Jalur masuk dan keluar pun dipisahkan, sehingga sirkulasi jamaah lebih tertib dan nyaman.
Pintu Favorit Menuju Ka’bah
Bagi jamaah yang ingin langsung menuju Mataf (area tawaf di sekitar Ka’bah), ada tiga titik favorit: Gerbang Raja Fahd, Gerbang Raja Abdulaziz, dan pintu bawah tanah Al-Salam. Dari sini, jarak ke Ka’bah relatif lebih dekat sehingga banyak dipilih jamaah.
Selain itu, ada pintu bersejarah yang punya nilai spiritual mendalam. Misalnya Bab Fatah, diyakini sebagai jalur masuk Nabi Muhammad SAW saat penaklukan Makkah. Lalu Bab Umrah, pintu yang digunakan Nabi ketika melaksanakan umrah tahun 629 M.
Pintu yang Akrab bagi Jamaah Indonesia
Jemaah asal Indonesia biasanya akrab dengan pintu Safa-Marwah (nomor 20–25). Lokasi ini strategis karena dekat kawasan penginapan di Mafazin, Aziziyah, dan Raudhah. Pemerintah Saudi juga menyediakan bus khusus menuju area tersebut untuk memudahkan mobilitas jamaah.
Kini, total pintu Masjidil Haram mencapai sekitar 210 buah usai perluasan besar di era Raja Abdullah. Meski begitu, lima gerbang utama tetap menjadi acuan paling populer dan mudah diingat oleh jamaah dari seluruh dunia.
