MADANINEWS.ID, Madinah – Selama musim Haji 1446 H (2025 M), Masjid Nabawi mencatat rekor kunjungan luar biasa. Tak kurang dari 40 juta jemaah tercatat menunaikan salat di masjid suci ini sejak awal Dzulqa’dah hingga 29 Dzulhijjah.
“Total jemaah yang salat di Masjid Nabawi mencapai 40.103.344 orang,” demikian keterangan Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi seperti dikutip dari Saudi Press Agency, Kamis (18/7).
Tingginya angka kunjungan ini tidak lepas dari sistem layanan terintegrasi yang diterapkan secara intensif oleh otoritas setempat. Koordinasi antarinstansi dan penambahan fasilitas membuat para jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman.
“Kami terus berupaya memenuhi kebutuhan para jemaah dan peziarah dari seluruh dunia untuk memperkaya pengalaman spiritual mereka,” tegas otoritas.
Raudhah Dipadati, Makam Nabi Diziariahi Jutaan Peziarah
Area Raudhah, yang dikenal sebagai taman surga, juga tak luput dari perhatian. Selama musim Haji ini, hampir 2 juta orang menunaikan salat di tempat suci tersebut.
“Sebanyak 1.958.076 jemaah pria dan wanita menunaikan salat di Raudhah selama musim Haji ini,” ungkap otoritas.
Selain itu, sebanyak 3.447.799 peziarah mengunjungi makam Nabi Muhammad SAW, serta dua sahabatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab RA.
“Ini adalah bentuk komitmen Kerajaan di bawah kepemimpinan Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman,” lanjut pernyataan resmi.
Iftar Gratis, Zamzam Melimpah, Layanan Penunjuk Arah Jadi Andalan
Tidak hanya fokus pada ibadah salat, Masjid Nabawi juga membagikan lebih dari 1,3 juta paket makanan iftar secara gratis.
“Otoritas menyediakan 1.370.185 hidangan berbuka puasa di dalam masjid, pelataran, hingga atap Masjid Nabawi,” terang mereka.
Semua makanan diproses dengan standar kebersihan dan keamanan tinggi, melibatkan tim ahli dan relawan. Layanan ini menjadi bagian dari misi Saudi Vision 2030 dalam menyambut tamu Allah dengan pelayanan terbaik.
Selain itu, 11.830 ton air Zamzam juga telah disalurkan kepada para jemaah melalui titik-titik minum di dalam dan pelataran masjid. Air suci ini dikirim langsung dari Makkah ke Madinah oleh tim khusus.
Tak ketinggalan, lebih dari 61 ribu jemaah memanfaatkan layanan penunjuk arah agar tidak tersesat di tengah kepadatan.
“Sebanyak 61.022 orang menerima manfaat dari layanan penunjuk arah kami dari 1 hingga 29 Dzulhijjah,” ujar otoritas.
