Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Layanan Kesehatan Haji 2025 Resmi Ditutup, Kemenkes: Jumlah Jemaah Wafat Turun!

Abi Abdul Jabbar Sidik
14 July 2025 | 09:37
rubrik: Haji & Umrah
Lima Masalah Kesehatan yang Sering Dialami Jemaah Haji saat di Tanah Suci

tenaga Kesehatan Haji saat menangani jemaah haji sakit di Pusat Kesehatan Haji. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, MADINAH – Layanan kesehatan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi tahun 2025 resmi ditutup usai kepulangan Kloter KJT 28 pada 10 Juli. Kepulangan kloter terakhir ini sekaligus menandai berakhirnya operasional Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Daerah Kerja Madinah.

“Hari ini adalah penutupan KKHI Daerah Kerja Madinah. Dengan demikian, seluruh pelayanan kesehatan haji Indonesia di Arab Saudi resmi berhenti beroperasi,” kata Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, Mohammad Imran, dalam seremoni penutupan di Madinah, Jumat (10/7/2025).

Ada kabar baik di balik penutupan layanan ini. Data menunjukkan jumlah jemaah wafat turun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Berdasarkan data Siskohatkes per 10 Juli 2025 pukul 16.00 WAS, tercatat 446 jemaah wafat. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 461 jemaah wafat,” ungkap Imran.

Ia menyebut penurunan angka kematian ini sebagai pencapaian yang patut disyukuri, berkat peningkatan upaya preventif dan penanganan.

“Artinya, upaya preventif dan penanganan yang dilakukan selama haji menunjukkan hasil yang baik,” imbuhnya.

Selama 70 hari operasional, sebanyak 1.710 jemaah dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), dengan penyakit terbanyak: pneumonia, diabetes melitus, dan PPOK. Sementara pelayanan kefarmasian mencapai 12.396 layanan, di mana obat paling banyak digunakan adalah tablet flu dan batuk kombinasi.

Di sisi lain, KKHI Madinah melayani 241 jemaah, baik rawat jalan maupun inap. Tiga besar penyakit yang ditangani adalah pneumonia, hipertensi, dan diabetes melitus.

Meski layanan ditutup, tim PPIH Kesehatan tetap melakukan visitasi terhadap 43 jemaah yang masih dirawat di RSAS.

Hadapi Tantangan Kebijakan Baru, Tanazul Berjalan Lancar

Tahun ini, tim medis Indonesia menghadapi tantangan baru. Salah satunya adalah kebijakan Kementerian Kesehatan Arab Saudi yang membatasi izin operasional KKHI hanya untuk rawat jalan dan mengurangi jumlah klinik sektor.

See also  Proyek Kampung Haji Masih Berproses, Pemanfaatan Bertahap Mulai 2028

“Informasi tentang kebijakan tersebut kurang jelas sejak awal, sehingga sempat menghambat pelaksanaan tugas. Bahkan, kami kerap mengalami inspeksi mendadak saat layanan sudah berjalan,” ungkap Imran.

Namun, tim di Makkah, Madinah, dan pos kesehatan di pemondokan tetap bisa bekerja optimal.

Salah satu keberhasilan signifikan adalah program tanazul atau pemulangan dini jemaah karena kondisi kesehatan. Imran menyebut seluruh peserta tanazul selamat tiba di Indonesia meski sebagian masih harus dirawat.

“Saya melihat program tanazul berjalan sangat baik. Tidak ada yang berhenti di tengah jalan. Ini buah dari koordinasi yang baik antara Daker Makkah, Madinah, dan Bandara,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Imran menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan.

“Jika dalam tugas masih ada kekurangan dalam pelayanan, mari kita perbanyak istighfar. Kita belajar dari setiap proses dan momen pelayanan ini,” pesan Imran.

Untuk musim haji 2026, ia berharap komunikasi dengan otoritas Arab Saudi bisa lebih baik. “Insya Allah, Agustus nanti perwakilan Kemenkes Arab Saudi akan datang ke Indonesia untuk mendalami lebih lanjut persiapan pelayanan haji 2026. Kami akan menyampaikan semua catatan dan evaluasi 2025 agar menjadi masukan yang konstruktif untuk kebijakan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” pungkasnya.

Tags: haji 2025jemaah haji wafatkesehatan hajipetugas kesehatan haji
Previous Post

40 Jemaah Haji Masih Dirawat di Arab Saudi, Ini Daftar Kontak Tim KUH yang Bisa Dihubungi Keluarga

Next Post

BPJPH Ungkap Pentingnya Forum Halal Lintas Negara: Dorong Ekosistem Kawasan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks