Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Proyek Kampung Haji Masih Berproses, Pemanfaatan Bertahap Mulai 2028

Abi Abdul Jabbar Sidik
9 January 2026 | 09:00
rubrik: Haji & Umrah
Proyek Kampung Haji Masih Berproses, Pemanfaatan Bertahap Mulai 2028

Ilustrasi Kampung Haji (foto:chat gpt)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah memastikan fasilitas Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi belum dapat dimanfaatkan dalam waktu dekat. Proyek akomodasi yang digadang-gadang menjadi penopang layanan jamaah haji Indonesia itu ditargetkan mulai digunakan secara bertahap pada 2028.

Menteri Haji dan Umrah RI Mohammad Irfan Yusuf menyatakan, pembangunan Kampung Haji membutuhkan waktu lebih dari satu tahun sehingga belum memungkinkan digunakan pada musim haji 2026 maupun 2027.

“Yang jelas tahun ini belum bisa, belum bisa. Tahun depan, karena membangun itu kan nggak cukup setahun. Kita harapkan paling lambat tahun 2028 itu ada sebagian tower yang bisa dipakai,” ujar Irfan Yusuf di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Irfan Yusuf menjelaskan, pembangunan Kampung Haji sepenuhnya dikelola oleh Daya Anagata Nusantara atau Danantara. Dalam proyek tersebut, Kementerian Haji dan Umrah akan berperan sebagai pengguna fasilitas.

Ia optimistis proyek dapat berjalan lancar karena faktor pendanaan dinilai tidak menjadi kendala. Selain itu, Pemerintah Arab Saudi disebut memberikan respons positif terhadap rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia.

“Saya kira (anggaran) nggak ada kendala. Danantara punya uang. Kemudian birokrasi Arab Saudi sangat welcome. Kita fokus persiapan jamaah haji kita. Kan, terkait dengan Kampung Haji tentu lebih banyak domainnya Danantara,” kata dia.

Kawasan Thakher Jadi Fondasi Awal

Sementara itu, Danantara Indonesia melaporkan progres pengembangan Kompleks Haji di Makkah telah dimulai dari Kawasan Thakher sebagai fondasi awal proyek.

Kawasan Thakher mencakup Novotel Thakher Makkah dan telah beroperasi di atas lahan sekitar 4,4 hektare. Lokasinya berada sekitar 2–3 kilometer dari Masjidil Haram, dengan kapasitas sekitar 1.461 kamar di tiga menara.

Selain itu, terdapat sekitar 14 plot lahan yang direncanakan untuk pengembangan lanjutan, termasuk area komersial dan pusat ritel.

See also  Dirjen PHU Urai Kebijakan Visa Progresif dan Pasport Haji

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan, pengembangan kawasan tersebut dirancang dilakukan secara bertahap dengan peningkatan kapasitas signifikan.

“Secara bertahap, kawasan ini dirancang untuk berkembang hingga sekitar 6.000 kamar dengan estimasi kapasitas mencapai kurang lebih 22.000 jemaah, atau sekitar 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya,” ujar Pandu.

Ia menambahkan, pengembangan Kawasan Thakher tidak hanya berfokus pada akomodasi, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem layanan jamaah yang lebih terintegrasi.

Fasilitas yang direncanakan meliputi area ritel, dukungan logistik, serta berbagai layanan penunjang lain guna meningkatkan kenyamanan jamaah selama berada di Tanah Suci.

Tags: danantarajemaah haji indonesiakampung hajikawasan thakher makkahkementerian haji umrah
Previous Post

Hadapi Panas Ekstrem saat Haji, Saudi Tingkatkan Sistem Pendingin di Jamarat

Next Post

Menhaj Ungkap Tiga Fokus Utama Penyelenggaraan Haji 1447 H

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks