Masjid Sancaklar, Bangunan Tempat Ibadah Pertama di Bawah Tanah

Penulis Abi Abdul Jabbar

IBADAH.ID, Istanbul – Umat Muslim di dunia tentu mengenal Turki sebagai salah satu negara yang menjadi saksi kejayaan peradaban Islam zaman dulu.

Di negara tersebut, banyak berdiri masjid indah nan menawan dengan berbagai karya seninya dengan gaya Ottoman. Bahkan,  Turki memiliki lebih dari 86 ribu masjid. Yang paling terkenal, tentunya saja Masjid Biru di Istanbul, meski masjid-masjid yang lainpun tak kalah menariknya.

Sebut saja Masjid Sancaklar yang merupakan sebuah masjid dengan arsitektur modern pertama dibangun “di bawah tanah.” Masjid yang terletak di Distrik Buyukcekmece di Istanbul-Turki ini dibangun hingga 7 meter di bawah permukaan tanah dan dirancang oleh arsitek ternama Turki, Emre Arolat.

Ruang shalat yang terlihat seperti gua, cukup besar untuk menampung lebih dari 650 jamaah. Ruang ini bertujuan untuk mengisolasi orang-orang beriman dari dunia luar dan mengajak mereka untuk mempelajari lebih dalam soal keimanan mereka.

Bangunan masjid berdiri seluas 1.200 meter persegi  didesain dengan gaya modern dan terinspirasi dari Gua Hira tempat Nabi Muhammad mendapatkan wahyu pertama. Arsitektur masjid ini menggabungkan desain Islam dan Ottoman dengan sentuhan modern, seolah-olah bebas dari tipologi arsitektur mainstream.

Pada hiasan dinding pada masjid ini adalah huruf Arab “wa” dan ayat 41 Surah al-Ahzab; “Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah pada Allah dengan banyakkan berzikir.”

Ruang utamanya bebas dari perhiasan tidak seperti kebanyakan masjid modern yang dibangun baru-baru ini di Turki.

Arolat mengatakan, ia menerima banyak masukan positif terhadap gaya masjid ini.

“Tidak ada satupun kerangka arsitektur yang menurut al-Quran. Satu-satunya kriteria yang ada adalah daerah yang bersih dapat dijadikan tempat beribadah,“kata Arolat dikutip Alarabiya.

Masjid yang mulai dibangun pada 2011 dan diresmikan setahun kemudian telah mendapat beragam penghargaan. Pada tahun 2013, masjid ini telah memenangkan tempat pertama dalam kompetisi Festival Arsitektur Dunia untuk tempat beribadat.

Sementara pada tahun 2015 pula, proyek ini tercalon untuk Penghargaan Desain yang diselenggarakan oleh Museum Desain London dan juga telah terpilih dari 40 calon Anugerah Mies Van Rohe.

 

BACA JUGA

Tinggalkan komentar