Islamophobia di Inggris naik 26 persen Sepanjang 2017

Penulis Abi Abdul Jabbar
IBADAH.ID, Jakarta -Islamophobia atau Islamfobia mengacu pada pengertian ketakutan atau kekhawatiran yang berlebihan terhadap agama Islam dan kaum MuslimBerita-berita di media berdasarkan survei dan peristiwa menunjukkan Islamophobia meningkat di negara-negara Barat (Eropa dan Amerika Serikat).
Menurut survei Pew Research Center, sentimen negatif warga Eropa terhadap muslim sangat melonjak sepanjang tahun 2016.
Di Inggris, prosentase rasa takut/benci berlebihan terhadap Muslim atau islamophobia di kalangan penduduk meningkat sampai 28 persen.
Terbaru, menurut rilis laporan tahunan tentang perkembangan Islamofobia di Inggris selama 2017 dari sebuah komunitas peneliti yang berbasis di London, Tell Mama menyebut sebanyak 1.201 laporan terverifikasi terkait serangan terhadap umat Islam di Inggris
Jumlah ini meningkat 26 persen dari tahun 2016 dan termasuk angka tertinggi sejak Tell Mama merekam insiden-insiden serupa. Laporan tersebut menyatakan kaum perempuan menjadi mayoritas sasaran serangan dan pelecehan.
Enam dari sepuluh korban adalah perempuan, sementara delapan dari sepuluh pelaku adalah laki-laki.
“Kami sangat prihatin pada generasi muda, terutama pria remaja dan dewasa, yang menjadi lebih agresif terhadap Muslim,” kata direktur Tell Mama┬áIman Atta seperti dikutip portal berita Timur Tengah Al Bawaba, Sabtu (22/07).
Tell Mama menilai gejala islamophobia di Inggris terus meningkat dari tahun ke tahun dan mulai mengarah pada serangan fisik yang lebih serius seperti ancaman hingga pelecehan daripada serangan-serangan di media sosial.
Menurutnya, vandalisme menggantikan posisi perilaku mengancam sebagai kategori paling umum ketiga dari insiden anti-Muslim lainnya selama 2017, dengan peningkatan 56 persen dibandingkan tahun 2016.
Lebih dari dua pertiga serangan dan pelecehan, yakni 839 kasus, terjadi secara offline, atau di jalanan. Jumlah ini naik 31 persen dari 642 kasus tahun sebelumnya.
Para pakar di Inggris mencatat, kenaikan gejala Islamofobia ini dipengaruhi oleh menguatnya gerakan sayap kanan di negara setempat, juga sejumlah serangan teroris tahun lalu seperti di London dan Manchester.
Lebih dari 70 laporan prasangka Islamofobik, termasuk pidato kebencian dan perilaku kasar, diterima setelah serangan bom di Manchester Arena menewaskan 23 jiwa.
Akeela Ahmed, seorang aktivis kesetaraan, mengaku terkejut dengan peningkatan laporan ini. Ia yakin jumlahnya bisa lebih mengingat korban perempuan yang bisa jadi enggan melaporkan

BACA JUGA

Tinggalkan komentar