KAMMI dan MPR Sepakat Tidak Ada Dikotomi Islam dan Nasionalis

Penulis Abi Abdul Jabbar

IBADAH.ID, Jakarta – Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah melakukan pertemuan terbuka dengan petinggi organisasi Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia ( KAMMI ), Senin (24/07).

Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakatĀ  paham Nasionalisme tidak dapat dipisah dengan Islam.

Ahmad menilai kondisi situasi bangsa belakangan ini kerap terjadi benturan Islam dengan kaum nasionalis. Padahal, kata Basarah, Islam dan Nasionalis tidak bisa dipisahkan.

“Isu adu domba antara Islam dan nasionalis ini harus segera diakhiri,” kata Basarah di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/7) kemarin.

Basarah menyampaikan, ada upaya sistematis yang ingin mengadu kesatuan bangsa dengan isu dikotomi Islam dan Nasionalis.

“Dan kini saya melihat ada upaya reproduksi politik adu domba,” jelas Basarah.

Secara spesifik Basarah menjelaskan, kesan yang muncul saat ini adalah seakan-akan kelompok Nasionalis sangat anti agama. Sebaliknya kelompok agama khususnya kelompok Islam dipersepikan tidak Nasionalis.

“Nah, disini amat jelas. Bahwa kaum agamis itu sangat cinta kepada tanah airnya. Jadi, saya tegaskan dikotomi antara Islam dan Nasionalis sudah tidak tepat. Adanya kesalahpahaman ini harus segera diakhiri,” pungkasnya. (Tio/ Kontributor)

BACA JUGA

Tinggalkan komentar