Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Suhu saat Wukuf Diprediksi Tembus 50°C, Jemaah Haji Diminta Fokus Ibadah di Dalam Tenda

Abi Abdul Jabbar Sidik
28 May 2025 | 06:00
rubrik: Haji & Umrah, Kabar Tanah Suci
Suhu saat Wukuf Diprediksi Tembus 50°C, Jemaah Haji Diminta Fokus Ibadah di Dalam Tenda

Jemaah haji melakukan wukuf di tengah cuaca panas Arafah. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta – Cuaca ekstrem diperkirakan akan menyelimuti Arafah saat pelaksanaan wukuf pada puncak haji tahun ini. Suhu udara diprediksi mencapai 50 derajat Celsius, memicu peringatan keras bagi jemaah agar tidak keluar tenda tanpa keperluan mendesak.

Imbauan ini disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief, usai melakukan peninjauan kesiapan fasilitas layanan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada Senin (26/5/2025).

“Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Arab berpesan, bahwa pada saat puncak haji nanti panasnya masih tinggi, dan bahkan lebih tinggi dari pada hari ini. Karena itu, jemaah diminta tidak keluar tenda tanpa ada kebutuhan khusus, karena memang kita harapkan jemaah bisa terhindar dari heatstroke, serangan panas, itu berbahaya,” ujar Hilman.

Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem tersebut, pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang kenyamanan bagi jemaah selama berada di Arafah. Setiap tenda telah dilengkapi kasur, bantal, selimut, serta pendingin ruangan (AC).

Hilman mengimbau agar jemaah memanfaatkan waktu wukuf dengan berdiam diri di dalam tenda sambil berzikir, berdoa, atau membaca Al-Qur’an.

Selain itu, menjelang pelaksanaan Armuzna, jemaah diminta menjaga kondisi fisik, terlebih bagi lansia dan penyandang disabilitas. Mereka dianjurkan untuk lebih banyak beribadah dari dalam hotel atau melakukan aktivitas fisik seminimal mungkin.

“Mereka diminta untuk beribadah di hotel atau dengan aktivitas yang minimalis gerak, tapi pahalanya tetap berlipat ganda,” jelas Hilman.

Ia menambahkan bahwa panitia akan mengatur dan menyampaikan jadwal pelemparan jumrah secara rinci guna memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan ibadah.

“Tentu saja ada berbagai modifikasi diupayakan demi keamanan dan keselamatan jemaah,” pungkasnya.

Sebagai informasi, wukuf di Arafah tahun ini dijadwalkan berlangsung pada 9 Dzulhijjah 1446 H atau 5 Juni 2025. Setelah wukuf, jemaah akan melanjutkan mabit di Muzdalifah dan Mina, serta menjalankan ritual pelemparan jumrah.

See also  Total 41 Jemaah Wafat Sampai Jelang Berakhir Fase Puncak Haji
Tags: cuaca saat hajihaji 2025wukuf arafah
Previous Post

“Aku Akan Jadi Mata dan Kaki Ummi”: Kisah Cinta dan Pengandian Anak pada Ibu di Tanah Suci

Next Post

Saudi Undang 40 Tokoh Islam untuk Naik Haji Gratis, Ada Cak Imin dan Juga Khofifah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks