Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Jelang Wukuf, PPIH Pastikan Kesiapan Tenda dan Layanan Armuzna

Abi Abdul Jabbar Sidik
16 May 2025 | 09:00
rubrik: Haji & Umrah, Kabar Tanah Suci
Tahun Ini Tidak Ada Jemaah Haji Indonesia yang Ditempatkan di Mina Jadid

Tenda Jemaah Haji di Mina. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, MAKKAH – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai turun langsung ke lapangan untuk mengecek kesiapan layanan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Fokus pengecekan kali ini adalah kondisi tenda dan toilet yang akan digunakan oleh jemaah haji Indonesia.

Kegiatan pengecekan dilakukan oleh sejumlah pejabat PPIH, di antaranya Tenaga Ahli Menteri Agama Bunyamin Hafid, Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Ali Machzumi, Kabid Pelindungan Jemaah Kolonel Harun Al Rasyid, serta Tim Media Center Haji (MCH) pada Kamis (15/6/2025).

“Masih ada waktu yang cukup lama untuk melakukan persiapan dan pengecekan fasilitas tenda di Armuzna. Kami telah melakukan pengecekan dan saat ini dalam proses persiapan fasilitas tenda. Pengecekan akan terus kami lakukan bersama dengan syarikah sebagai penyedia layanan Armuzna dalam waktu yang masih cukup lama,” ujar Ali Machzumi.

Wilayah Penempatan Jemaah Sudah Dipetakan

Ali menjelaskan, saat puncak ibadah wukuf di Arafah, jemaah haji Indonesia akan ditempatkan di wilayah 3 dan 4. Sementara di Mina, jemaah akan menempati area sekitar terowongan Mu’aisyim.

Jarak tempuh jemaah dari Makkah ke Arafah mencapai sekitar 20 km. Perjalanan akan dilakukan pada 8 Zulhijjah 1446 H menggunakan bus masyair. Setibanya di Arafah, jemaah akan menginap satu malam di tenda dan menanti waktu Zuhur untuk melaksanakan wukuf.

Setelah itu, jemaah akan didorong ke Muzdalifah yang berjarak sekitar 7 km dari Arafah. Di sana, jemaah mengambil batu kerikil sebanyak 49 butir (bagi Nafar Awal) atau 70 butir (bagi Nafar Tsani). Proses pengangkutan dilakukan dengan sistem taraddudi atau bolak-balik.

Skema Murur dan Tanazul Diterapkan

Tahun ini, PPIH kembali menerapkan skema murur di Muzdalifah untuk menghindari penumpukan jemaah. Dalam skema ini, jemaah yang telah selesai wukuf akan diangkut melewati Muzdalifah menggunakan bus, tanpa turun. Mereka tetap berada di dalam bus selama masa mabit singkat sambil mengambil kerikil untuk keperluan lempar jumrah di Mina.

See also  Lebih dari 30 Ribu Jemaah Haji RI Tiba di Tanah Suci, Layanan Lansia Jadi Fokus Utama di Bandara

Setelah itu, jemaah melanjutkan perjalanan menuju Mina yang berjarak sekitar 5 km. Di lokasi ini, mereka akan melaksanakan lempar jumrah aqabah.

Ali juga menyebut akan ada sekitar 30 ribu jemaah yang menjalani skema tanazul usai lempar jumrah. Mereka akan langsung bertolak ke hotel masing-masing untuk beristirahat, sementara jemaah lain tetap melanjutkan rangkaian ibadah di Mina.


Tags: layanan armuznalayanan hajiPPIH Arab Saudipuncak haji 2025tenda mina
Previous Post

Penempatan Jemaah Berbasis Syarikah Dinilai Krusial untuk Kelancaran Layanan Haji di Armuzna

Next Post

Waspada! Ini 5 Tanda Gangguan Kesehatan Jiwa yang Sering Dialami Jemaah Haji di Tanah Suci

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks