Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Meski Banyak Syarikah Terlibat, PPIH Pastikan Layanan Haji Tetap Aman

Abi Abdul Jabbar Sidik
7 May 2025 | 07:48
rubrik: Haji & Umrah
PPIH Ingatkan Jamaah Lansia: Jangan Forsir Tenaga, Puncak Haji Masih di Depan!

Ketua Panitia Penyelenggara Ibada Haji (PPIH) Arab Saudi Muchlis M. Hanafi.

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, MADINAH – Memasuki hari kelima kedatangan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh layanan berjalan lancar meski menghadapi tantangan baru berupa sistem multi-syarikah.

Hingga Selasa pagi (6/5/2025) pukul 06.00 Waktu Arab Saudi, sebanyak 87 kelompok terbang (kloter) telah tiba di Madinah. Total 33.831 jemaah dari total rencana 203.320 jemaah haji reguler telah mendarat dengan selamat.

“Alhamdulillah, sejak operasional haji dimulai lima hari lalu, semua layanan—penyambutan, akomodasi, transportasi, hingga konsumsi—berjalan baik dan terkendali,” ujar Ketua PPIH Arab Saudi, Muchlis M. Hanafi, usai rapat koordinasi bersama tim sektor dan petugas KKHI, Senin malam (5/5).

Meski sempat diwarnai persoalan kecil, Muchlis menegaskan semuanya bisa ditangani dengan cepat oleh tim lapangan. “Petugas kami solid, berpengalaman, dan tahu persis bagaimana merespons setiap dinamika,” katanya.

Namun, tahun ini ada satu tantangan baru: sistem penyediaan layanan jemaah tidak lagi seragam per kloter. Untuk pertama kalinya, satu kloter bisa diisi oleh jemaah dari beberapa syarikah—mitra resmi Arab Saudi yang menyediakan layanan haji.

“Dari 55 kloter awal yang kami data, hanya 13 yang berasal dari satu syarikah. Sisanya gabungan. Ini membuat koordinasi di lapangan menjadi lebih kompleks,” jelas Muchlis.

Saat ini, delapan syarikah ditunjuk melayani jemaah Indonesia: Al Bait Guests, Rakeen Mashariq, Sana Mashariq, Rehlat & Manafea, Al Rifadah, Rawaf Mina, MCDC, dan Rifad. Setiap syarikah menangani antara 11 ribu hingga 36 ribu jemaah.

Sistem multi-syarikah ini membawa tantangan koordinasi—terutama saat jemaah mulai bergerak dari Madinah menuju Makkah pada 10 Mei mendatang. Tapi Muchlis optimis: “Koordinasi kami dengan semua syarikah berjalan baik. Jemaah tetap menerima layanan layak, meskipun dalam sistem yang baru ini.”

See also  Dari Loper Koran ke Tanah Suci: Kisah Pak Dulhari Menabung 15 Tahun Demi Haji

Muchlis juga menekankan pentingnya pendampingan maksimal, terutama bagi jemaah yang mungkin berpindah kloter saat perpindahan antarwilayah. “Meskipun hanya satu atau dua orang pecah kloter, tetap harus ada pendampingan dari syarikah,” tegasnya.

Puncak ujian sistem ini diprediksi akan terjadi saat pergerakan besar-besaran jemaah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). PPIH memastikan semua skenario telah disiapkan dan komunikasi dengan Kementerian Haji Saudi terus diperkuat.

“Kesuksesan ibadah haji ditentukan oleh kelancaran pergerakan, terutama di fase Armuzna. Maka dari itu, kami terus tingkatkan koordinasi agar semuanya berjalan aman, tertib, dan lancar,” pungkas Muchlis.

Tags: haji 2025jemaah haji indonesialayanan hajiSyarikah
Previous Post

PPIH Ingatkan Jamaah Lansia: Jangan Forsir Tenaga, Puncak Haji Masih di Depan!

Next Post

Polisi Gagalkan Keberangkatan 36 Calon Haji Ilegal, Modus Gunakan Visa Kerja

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks