MADANINEWS.ID, JAKARTA — Dalam upaya melindungi kesehatan jamaah haji dan umrah asal Indonesia, Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) bersama Pfizer Indonesia menggelar forum dialog bertajuk “Sayangi Paru untuk Haji dan Umrahmu: Cegah Pneumonia Melalui Vaksinasi”. Kegiatan ini menjadi langkah strategis kolaboratif dalam mendorong kesadaran akan pentingnya vaksinasi pneumonia bagi calon jamaah.
Ketua Umum DPP AMPHURI, Firman M Nur, menyampaikan bahwa ibadah haji dan umrah setiap tahunnya diikuti oleh jutaan umat muslim dari seluruh dunia. Tahun lalu, sebanyak 241.000 jemaah haji berasal dari Indonesia, dan lebih dari 1,5 juta jamaah berangkat untuk umrah.
“Boleh jadi, orang-orang yang datang ke Saudi tentunya kondisinya berbeda-beda, mulai dari usia, kesehatan, kerentanan terhadap penyakit dan kebersihan, hal ini besar kemungkinan berdampak terhadap kesehatan jemaah,” ujar Firman.
Dengan mayoritas jemaah Indonesia berusia di atas 41 tahun, risiko terhadap gangguan kesehatan, termasuk pneumonia, semakin tinggi. Firman menambahkan, “Berdasarkan demografis jemaah haji, sekitar 64 persen dari total jemaah memiliki faktor risiko dan gangguan kesehatan yang dapat mempengaruhi kemampuan dalam melaksanakan ibadah haji.”
Lebih lanjut, ia menyoroti data dari Kementerian Kesehatan RI yang mencatat pneumonia sebagai penyakit terbanyak yang diderita jemaah haji Indonesia pada 2023, dengan 1.248 kasus tercatat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan rumah sakit Arab Saudi.
Firman menjelaskan bahwa meski vaksin pneumonia telah tersedia, kesadaran terhadap pentingnya pencegahan penyakit ini masih minim, khususnya di kalangan penyelenggara perjalanan ibadah. Untuk itu, AMPHURI dan Pfizer mengambil peran aktif dalam edukasi vaksinasi kepada PIHK dan PPIU.
“Alhamdulillah, pada hari ini, AMPHURI didukung Pfizer Indonesia mengadakan forum dialog kesehatan, sebuah pertemuan anggota dengan pakar kesehatan terkait pentingnya vaksinasi Pneumonia bagi jemaah haji dan umrah,” ujarnya.
Forum yang berlangsung secara hybrid di Hotel Manhattan, Jakarta ini menghadirkan tiga narasumber ahli: Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp. PD-KAI; Dr. dr. Endy Muhammad Astiwara, MA; dan dr. Enny Nuryanti, MKM dari Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan.
Dalam pemaparannya, dr. Enny menjelaskan kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi yang bisa mencapai 43 derajat Celsius menjadi pemicu penyakit pernapasan seperti ISPA dan pneumonia.
“Pneumonia merupakan penyakit terbanyak jemaah Indonesia yang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan RS Arab Saudi. Pneumonia berawal dari infeksi saluran pernafasan atas atau Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) bisa dipicu cuaca panas. Selain itu, kebanyakan jemaah saat beribadah tak bisa menghindarkan diri dari kerumunan, sehingga mudah tertular ISPA,” ungkap dr. Enny.
Ia pun mengimbau jamaah, khususnya lansia, untuk mengenakan masker, mengonsumsi vitamin, menjaga pola makan sehat, dan memperbanyak minum air demi menjaga daya tahan tubuh.
Ketua Bidang Kesehatan AMPHURI, dr. Endy M Astiwara, menyampaikan bahwa vaksinasi merupakan langkah paling efektif mencegah pneumonia akibat bakteri pneumokokus.
“Dengan melakukan vaksinasi Pneumonia sebelum menunaikan ibadah haji maupun umrah, maka akan sangat bermanfaat untuk menurunkan risiko penyakit pneumonia, terlebih karena bertambahnya usia,” jelas dr. Endy.
Ia menambahkan bahwa vaksinasi juga dapat mencegah resistensi antibiotik dan mengurangi kebutuhan rawat inap akibat infeksi saluran napas berat.
Sementara itu, Prof. Dr. dr. Iris Rengganis menekankan pentingnya imunisasi untuk melindungi jamaah dari risiko infeksi selama berada di Tanah Suci.
“Pemberian vaksin pneumonia bisa memberikan kekebalan dan mengurangi potensi tertular dari infeksi bakteri pneumokokus yang berbahaya selama melaksanakan ibadah haji maupun umrah,” tegasnya.
“Hanya dengan vaksinasi saja, kita bisa menurunkan risiko penularan hingga 2,1 sampai 2,2 kali lipat lebih efektif,” tambah Prof. Iris, sembari memastikan bahwa vaksin ini telah teruji aman oleh BPOM dan layak diberikan kepada calon jamaah.
Forum ini diharapkan menjadi langkah awal dalam upaya sistematis untuk membangun kesadaran dan kesiapan kesehatan jamaah Indonesia yang akan menunaikan ibadah haji dan umrah.
