MADANINEWS.ID, JAKARTA – Sebanyak 7.514 jemaah haji Indonesia resmi diberangkatkan ke Tanah Suci hari ini, Jumat (2/5/2025), menandai dimulainya gelombang keberangkatan haji tahun ini. Total 19 kloter dijadwalkan terbang secara bertahap menuju Bandara Amir Mohammad bin Abdulaziz (AMMA) di Madinah.
Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin langsung pelepasan jemaah kloter pertama dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede pada Kamis malam (1/5). Dalam arahannya, Menag menekankan pentingnya kedisiplinan jemaah, terutama dalam membawa identitas resmi haji.
“Saya ingatkan kepada Bapak-Ibu, jangan sampai ketinggalan identitas. Tanpa itu, tidak bisa mengakses Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dan bisa berurusan dengan polisi,” tegas Menag di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Ia membagikan pengalamannya saat hendak masuk ke Masjidil Haram dalam rangka inspeksi kesiapan haji. “Waktu itu, saya bersama Bapak Yahya Hassan, pengurus yang dibentuk oleh kerajaan. Setelah menunjukkan kartu identitas resmi, kami diizinkan masuk (ke Masjidil Haram),” ungkapnya.
Menag juga menyoroti ketatnya pengamanan di Madinah. Ia menjelaskan bahwa hanya jemaah dengan visa haji yang diizinkan masuk. “Madinah juga saat ini masih steril. Hanya jemaah dengan visa haji yang diperbolehkan masuk. Umrah sudah tidak diizinkan lagi,” jelasnya.
Tak hanya akses ke tempat ibadah, Menag juga memperingatkan bahwa keluar hotel pun kini diawasi ketat oleh aparat keamanan Arab Saudi. “Keluar dari hotel pun, harus siap diperiksa oleh polisi untuk memastikan visanya visa haji. Polisinya sekarang bukan seperti dulu. Sekarang mereka berseragam hitam-hitam, gagah, dan merupakan pasukan khusus,” ujarnya.
Pelepasan jemaah kloter pertama yang berjumlah 393 orang berlangsung pukul 19.00 WIB, dengan keberangkatan ke Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 20.30 WIB. Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurizal.
Dalam sambutannya, Menag juga menekankan bahwa haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan spiritual.
“Perjalanan haji ini bukan perjalanan biasa. Ini adalah perjalanan ke langit. Karena itu, perbaikilah niat, karena keikhlasan adalah vitamin paling kuat dalam menjalankan ibadah ini,” ujarnya penuh haru.
Menag mengingatkan bahwa kesempatan berhaji merupakan undangan khusus dari Allah SWT yang tidak dimiliki oleh semua orang. “Ratusan juta umat Islam di dunia, tetapi yang diundang hanya segelintir. Maka jagalah kesucian perjalanan ini, jangan sampai energi tersedot oleh hal-hal yang tidak perlu,” tandasnya.
Ia juga kembali menegaskan pentingnya mengikuti aturan secara tertib, termasuk dalam hal legalitas dokumen. Tidak ada toleransi bagi jemaah yang tidak mengantongi visa haji resmi
