Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Sebuah Karya Tafsir Lahir Kembali di Tanah Banten

Mi'roji
16 July 2018 | 13:23
rubrik: Dunia Islam
Sebuah Karya Tafsir Lahir Kembali di Tanah Banten

Suasana bedah buku Tafsir Al-Amin di Mesjid Al-I'tishom, kawasan Pusat Pemerintahahan Kota (Puspemkot) Tangerang Selatan pada Sabtu (14/07/2018).

Share on FacebookShare on Twitter

Ibadah.id, Tangsel – Khazanah keilmuan Islam di Indonesia khususnya bidang tafsir, kini bertambah kaya dengan lahirnya Tafsir Al-Amin Bedah Surah Al-Fatihah karya ulama asal Banten, Prof. Dr. KH. Muhammad Amin Suma, SH, MA, MM. Launching sekaligus bedah buku berlangsung di Mesjid Al-I’tishom, kawasan Pusat Pemerintahahan Kota (Puspemkot) Tangerang Selatan pada Sabtu (14/07/2018).

Acara yang digagas MPD HISSI (Himpunan Sarjana Syariah Indonesia) Kota Tangsel serta Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Tangsel dan bekerjasama dengan Pemkot Tangsel beserta Kementerian Agama (Kemenag) Tangsel dan Penerbit AMJAH itu berjalan lancar dan khidmat yang dipandu oleh Nurdin Sibaweh selaku Ketua MPD HISSI Tangsel.

 

Berdasar pantauan ibadah.id, hadir pada acara tersebut Drs. H. Benyamin Davnie selaku Wakil Wali Kota Tangerang Selatan sekaligus Ketua (ICMI) Orda Tangsel dan berbabagai kalangan, seperti kiai, ustadz, akademisi, pegawai pemerintah dari Pemkot Tangsel dan Kemenag Tangsel, pegawai BUMN, DMI Tangsel, MUI Tangsel, Baznas Tangsel, mahasiswa, dan beberapa majelis ta’lim sejabodetabek serta masyarakat umum lainnya.

Hadir sebagai pembedah buku, dua orang Guru besar yaitu Prof. Dr. Hamdani Anwar selaku Guru Besar Tafsir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Prof. Dr. H.B Syafuri selaku Direktur Pasca Sarjana UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten.

Dalam sabutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangsel, H. Abdul Rozak menyampaikan apresiasi dan kebanggannya atas lahirnya buku  Tafsir Al-Amin Bedah Surah Al-Fatihah karya KH. Muhammad Amin Suma.

“Kami sampaikan apresiasi dan kebanggaan kita ummat Islam, khususnya Tangerang Selatan Banten, karena disini telah lahir Tafsir Al-Amin karya guru kita, Bapak Prof. Dr. KH. Muhammad Amin Suma yang sudah tidak diragukan lagi keilmuannya, karena beliau sudah malang-melintang di dunia akademik. Untuk menghasilkan sebuah karya tafsir ini bukan hal yang mudah, butuh intelektual yang sangat mendalam dan harus memenuhi syarat yang sangat berat untuk menjadi seorang mufassir. Jadi tidak sembarang orang menghasilkan karya tafsir ini,” ungkap H. Abdul Rozak.

See also  Arab Saudi Gelar Pameran Al-Quran di Madinah

Senada dengan H. Abdul Rozak, Wakil Wali Kota Tangsel Benjamin Davnie mengatakan terima kasih yang tak terhingga kepada Prof Amin yang produktif menelorkan karya ilmiahnya. Lebih lanjut ia menyampaikan, ikhtiar Prof Amin adalah sebagai penyeimbang bahkan perlawanan terhadap era digital. Karena menurutnya, era digital secara tidak langsung menjadi sebab ter-distorsi-nya pemahaman keagamaan dan kurangnya validitas sumber.

“Kehadiran Tafsir Al-Amin ini akan sangat membantu literasi keagamaan ummat saat ini, khususnya di Tangsel yang saat ini lebih banyak mengkonsumsi ilmu-ilmu agama dari internet, bahkan dari medsos. Karenanya saya akan menghadiahkan tafsir ini ke sejumlah SKPD Tangsel dan beberapa tokoh untuk menjadi rujukan dalam memahami Alquran, khususnya surat Al-Fatihah,” papar Benjamin Davnie.

Sekelumit tentang Tafsir Al-Amin, selain menggunakan metode tafsir yang sudah berjalan mapan berabad lamanya, penulis dalam tafsirnya juga menggunakan pendekatan dialogis. Artinya ada ke-kini disini-an atau meng-kontekstual-kan teks dengan konteks pada masa kini. Semisal, kata Al-Maghdzub (orang-orang yang dimurkai) pada ayat ketujuh surat al-Fatihah yang biasa ditafsirkan orang yahudi, oleh penulis juga bisa merujuk pada orang-orang atheis bahkan orang islam sendiri yang tidak mengamalkan ke islamannya karena termasuk sifat-sifat yahudi, berilmu agama tapi tidak mengamalkan ilmunya.

Info buku:

 

  • Penulis : Prof. Dr. KH. M. Amin Suma, SH, MA, MM
  • Hal: 164 pages
  • Penerbit: AMZAH
  • Ukuran: 15,5 x 23, HVS 60 gr, cover ac 230 gr
  • Cetakan: ke –  1- tahun 2018
  • Edition:
  • ISBN: 978-602-0875-37-8

 

Previous Post

Anak Pemilik Kedai Ramen di Jepang ‘Curhat’ Soal Halal dan Muslim, Isinya sangat Menyentuh

Next Post

Optimalkan Peran Zakat di Era Disruptif, Dompet Dhuafa Terapkan VUCA

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks