Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Saudi Jadi Negara Pertama Penerima Vaksin COVID-19

Abi Abdul Jabbar Sidik
16 November 2020 | 07:13
rubrik: Mancanegara, News
MUI dan BPOM Terbang ke China, Untuk Apa?
Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, — Arab Saudi telah menandatangani kesepakatan untuk menerima pasokan awal dua atau tiga vaksin COVID-19 berbeda yang telah mencapai tahap akhir uji klinis.

“Arab Saudi akan menjadi salah satu negara pertama yang menerima vaksin,” ujar Asisten Wakil Menteri Kesehatan Arab Saudi untuk Pencegahan saat wawancara di Saudia TV pada Rabu (11/11/2020) lalu seperti dilansir dari publikasi Arab News, Sabtu (14/11/2020).

Ia mengungkapkan, total harian kasus virus korona baru di Arab Saudi sendiri mengatakan penurunan kembali hingga di bawah angka 400 menjadi 394. Angka pemulihan harian pun juga terus meningkat, dari total 351.849 kasus yang dikonfirmasi, 338.708 pasien telah pulih. Meski ada tambahan 14 kematian terkait COVID-19 di negara itu, dan jumlah total kematian telah mencapai 5.590.

Sedangkan Riyadh mencatat jumlah infeksi harian baru tertinggi, 58 kasus, diikuti oleh Madinah dengan 44 dan Makkah dengan 29. Menurut Kementerian Kesehatan, ada 7.557 kasus aktif di Kerajaan, 786 di antaranya kritis. Dalam 24 jam terakhir, 62.922 uji reaksi rantai polimerase telah dilakukan.

Kementerian mendesak siapa pun yang menunjukkan kemungkinan gejala penyakit coronavirus untuk mengunjungi salah satu klinik Tetamman (Rest Assured) untuk diuji virusnya.

Ada sekitar 235 klinik di seluruh negeri, dan janji temu untuk tes dapat dipesan melalui aplikasi Sehaty. Namun, pasien juga dapat mengunjungi klinik tanpa janji jika mereka merasa mungkin terinfeksi dan menunjukkan gejala seperti suhu tinggi, sesak napas, nyeri dada, batuk, sakit tenggorokan, diare, atau hilangnya indra penciuman dan perasa.

Kementerian juga telah mendirikan pusat kesehatan, yang disebut Takkad (Pastikan), untuk melayani orang-orang yang tidak menunjukkan atau hanya menunjukkan gejala-gejala penyakit yang ringan, tetapi mengira mereka mungkin telah melakukan kontak dengan seseorang yang terinfeksi

See also  PBNU Imbau Masyarakat Jangan Takut Divaksin
Tags: vaksin covid-19
Previous Post

Dari Nusantara sampai Gaza, Air Minum Wakaf Terus Penuhi Kebutuhan Masyarakat

Next Post

Lembaga Keuangan Mikro Syariah di Indonesia Dinilai Masih Kurang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks