Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Lembaga Keuangan Mikro Syariah di Indonesia Dinilai Masih Kurang

Abi Abdul Jabbar Sidik
16 November 2020 | 08:00
rubrik: Ekonomi Syariah
Wapres Pastikan LKMS dapat Bansos Produktif Pemerintah

Wapres RI KH Ma'ruf Amin. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan Indonesia, sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, masih sedikit memiliki jumlah lembaga keuangan mikro berbasis syariah. Menurutnya, perlu dibangun lebih banyak Baitul Maal wa Tamwil (BMT).

“Indonesia, sebagai negara dengan 221 juta penduduk Muslim, masih kekurangan lembaga keuangan mikro syariah. Oleh karena itu, perlu dibangun pusat pelatihan lembaga mikro syariah di berbagai daerah, sebagai pusat pembinaan dan pengembangan BMT,” kata Ma’ruf saat membuka web seminar BMT Summit 2020 secara virtual dari Jakarta, Senin (16/11).

Keberadaan lembaga keuangan mikro syariah tersebut penting mengingat banyak pelaku usaha skala kecil di berbagai daerah yang belum terjangkau layanan pinjaman dana secara syariah. Ma’ruf juga menilai keberadaan lembaga keuangan dan pelaku usaha sangat berkaitan. Terkait BMT, Ma’ruf mengatakan perannya tidak dapat dipisahkan dari keberadaan pelaku usaha mikro selaku calon nasabah.

Oleh karena itu, Ma’ruf mendorong penguatan BMT dan pelaku usaha, khususnya dalam pemanfaatan teknologi sehingga kualitas pelayanan yang diberikan BMT kepada pelaku usaha dan pelaku usaha kepada masyarakat, dapat semakin meningkat.

Pelaku usaha mikro yang memanfaatkan platform daring dalam transaksinya mengalami kenaikan penjualan dibandingkan dengan pelaku usaha yang masih menggunakan cara-cara lama dalam berdagang.

“Dalam sebuah penelitian terlihat usaha mikro yang beroperasi dengan menggunakan platform online mengalami penurunan penjualan lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan platform online,” katanya.

Dia juga mendorong pengembangan pusat data yang terintegrasi bagi seluruh BMT yang ada di Indonesia. Selama inipenyelenggaraan data masih menjadi kendala dalam penyaluran bantuan langsung dari pemerintah kepada para pelaku usaha, khususnya dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di masa pandemi Covid-19.

See also  Industri Halal Dinilai Bisa Jadi Solusi Pemulihan Ekonomi Nasional

“Semoga dalam BMT Summit 2020 ini, di mana seluruh BMT berkumpul, dapat dirumuskan langkah-langkah yang diperlukan untuk membangun pusat data BMT yang terpadu,” katanya.

Tags: lembaga keuangan mikro syariahwapres Ma'ruf Amin
Previous Post

Saudi Jadi Negara Pertama Penerima Vaksin COVID-19

Next Post

Olahraga Lari Ala Rasulullah SAW

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks