Ibadah.id. Kemenkop-UKM menggelar Bimbingan Teknis kepada Wirausaha Pemula, KKMB dan Pendamping Pembiayaan di Yogyakarta, (16/4). Bimbingan teknis ini sebagai upaya upaya untuk meningkatkan kualitas SDM Koperasi dan UMKM.
Terkait acara tersebut, Asisten Deputi pada Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Luhur Pradjarto mengingatkan para pelaku UMKM untuk tertib administrasi dan pembukuan agar semakin memiliki daya saing tinggi. Sebab sampai saat ini, masih banyak usaha mikro kecil yang belum melakukan pencatatan dan pembukuan secara tertib.
“Akibatnya, dengan kemajuan teknologi, mereka semakin tertinggal bila tidak melakukannya, karena sekarang ini sudah banyak aplikasi laporan keuangan dan akuntansi,” kata Luhur.
Menurutnya kembali, UMKM jika ingin naik kelas, maka tidak hanya skala usahanya yang meningkat, namun juga harus didukung dengan tertib administrasinya. Sebab mengetahui naik kelas atau tidak, perlu mengetahui keuntungan dan posisi keuangannya.
Untuk itu Luhur menambahkan, jika pencatatan pembukuan sebenarnya dapat dilakukan secara manual. Pembukuan manual ini akan memudahkan bagi pelaku UMKM menghitung modalnya. Dan dengan dasar pembukuan sederhana tersebut, akan memudahkan UMKM saat menerapkan pembukuan secara komputerisasi mengingat sekarang sudah memasuki era teknologi canggih.
Terkait tenaga pendamping dan KKMB, Luhur sangat berharap agar mereka tidak hanya mengupayakan permodalan, tetapi hendaknya juga mendampingi UMKM untuk tertib pada pembukuan. Selanjutnya mereka harus mengawal pemanfaatan permodalan UMKM hingga pemasarannya, termasuk bersama pelaku usaha mikro kecil yang didampingi melakukan inovasi produk. Sebab dengan UMKM yang bisa lebih berdayaguna, maka pada akhirnya akan tangguh dan mandiri.
Terakhir Luhur, menyatakan jika banyak nilai positif apabila UMKM sudah terbiasa dengan teknologi. Misalnya pemasaran produk dapat melalui e-commerce, mendisain produk dan memperluas jangkauan pemasaran. UMKM benar-benar telah terbiasa dengan teknologi, akan cepat tumbuh besar.*(i)
