Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Presiden Jokowi Perintahkan 689 Anggota ISIS Eks WNI Diidentifikasi

Abi Abdul Jabbar Sidik
13 February 2020 | 11:15
rubrik: News, Nusantara
Jokowi Tegaskan Kerusuhan di Wamena Bukan Akibat Konflik Etnis

Presiden Jokowi (foto:setkab)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara tegas telah menetapkan sikap pemerintah untuk menolak memulangkan WNI eks ISIS., Jokowi juga memerintahkan jajarannya untuk mengidentifikasi 689 orang anggota ISIS eks WNI. Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi melalui akun twitter, Rabu (12/2).   

“Saya telah memerintahkan kepada jajaran terkait agar mereka, 689 orang anggota ISIS eks WNI itu,  diidentifikasi satu per satu. Namanya siapa, berasal dari daerah mana, sehingga data mereka lengkap,” tulis Jokowi.  

Dengan identifikasi tersebut, menurut Jokowi data yang kemudian ditemukan, dapat dimasukkan ke imigrasi dan proses cegah tangkal bisa dilakukan di bagian imigrasi.   Dirinya juga menegaskan Pemerintah Republik Indonesia bertanggungjawab terhadap 260 juta penduduk, dan hal itulah yang diutamakan.

 “Oleh sebab itu, Pemerintah tidak memiliki rencana untuk memulangkan para anggota ISIS eks WNI ke Indonesia,” ungkapnya.

Selain itu, Indonesia masih memberi peluang kepada yatim atau yatim piatu yang masih anak-anak berusia di bawah sepuluh tahun. Akan tetapi menurut Jokowi, Pemerintah belum tahu apakah ada atau tidak ada.  

“Semua akan terlihat setelah proses identifikasi dan verifikasi nantinya,” sambung Jokowi.  

 Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Tak Akan Pulangkan WNI Eks ISIS

Namun, di antara mereka masih terdapat anak-anak. Dalam hal ini pemerintah masih mempertimbangkan untuk memulangkan atau tidak anak-anak tersebut.  

Sebelumnya,  Direktur The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia Ruby Khalifah menyampaikan bahwa pemerintah harus melakukan pendataan secara rinci agar dicarikan opsi pemulangan bagi mereka untuk dilakukan rehabilitasi.  

“Kita berharap pemerintah mau mempertimbangkan opsi ini untuk benar-benar mengakses melakukan pendataan kepada anak-anak selain orang dewasa. Di anak-anaknya sendiri benar-benar dilihat, dicari opsi untuk memungkinkan mereka pulang untuk direhabilitasi,” ujar Ruby, Selasa (11/2).  

See also  Vaksinasi Segera Dimulai, Presiden: 329,5 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Telah Dipesan

 Menurut Ruby, di kalangan anak-anak juga terdapat kombatan yang tidak bisa dianggap enteng.

“Anak-anak sebagai kombatan itu juga tidak bisa dianggap enteng. Memisahkan antara kombatan sama enggak, itu penting banget. Bisa orang dewasa laki-laki, orang dewasa perempuan, dan kombatan anak-anak,” ujarnya.    

Ruby berpendapat tidak semua anak-anak dijadikan sebagai kombatan. Munculnya video anak-anak sedang berlatih perang dengan membawa persenjataan lengkap itu, menurutnya, merupakan propaganda.

“Asesmen secara detail perlu dipikirkan agar benar-benar bisa dapat saringannya,” ujarnya.


Tags: isis eks wniJokowiwni eks isis
Previous Post

Darurat Virus Corona, Dompet Dhuafa Kirim 20.000 Masker Ke China

Next Post

RUU Omnibus Law Cipta Kerja: Selain MUI, Ormas Islam Juga Bisa Keluarkan Sertifikat Halal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks