Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Ketum PP Muhammadiyah Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UMY

Abi Abdul Jabbar Sidik
12 December 2019 | 12:38
rubrik: Nusantara
Ketum PP Muhammadiyah Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UMY

Pengukuhan Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir sebagai guru besar UMY. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, YOGYAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiya Haedar Nashir dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang sosiologi pada Kamis (12/12) di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Mengangkat tema pidato Moderasi Indonesia dan Keindonesiaan, acara pengukuhan guru besar Haedar Nashir dihadiri sejumlah tokoh nasional. Di antaranya mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Menteri Koperasi Teten Masduki, Mensesneg Pratikno, mantan menteri KKP Susi Pudjiastuti, mantan Menpan RB Syafruddin,Menko PMK Muhadjir Effendy, Menag Fachrul Razi, Ketum PAN Zulkifli Hasan tokoh Muhammadiyah Malik Fadjar, Buya Syafii Maarif, dan lainnya.

Dalam pidatonya, Haedar menyinggung kondisi Indonesia. Menurutnya, belakangan kondisi bangsa digambarkan seakan dalam kondisi darurat ‘radikal’ dan ‘radikalisme’. Kondisi itu menimbulkan kontroversi.

“Indonesia dalam kurun terakhir seakan berada dalam darurat radikal dan radikalisme,” ucap Haedar di awal pidatonya

Menurutnya, sebenarnya masalah radikalisme dalam kuasa ideologi dan sistem liberalisme dan kapitalisme di Indonesia pasca-Reformasi jauh lebih besar daripada radikalisme agama dalam kehidupan berbangsa.

Untuk itu, kata Haedar, bangsa Indonesia harus mampu menyelesaikan berbagai masalah radikalisme di berbagai lini kehidupan bangsa, bukan hanya memfokuskan diri para persoalan radikalisme beragama.

“Indonesia harus mampu menyelesaikan masalah radikalisme dalam kehidupan politik, ekonomi, budaya, dan keagamaan agar berjalan ke depan sesuai dengan landasan, jiwa, pikiran, dan cita-cita nasional,” tutupnya.

 

See also  Cara Muhammadiyah Memaknai Kemerdekaan RI
Tags: Haedar nashirModerasi IslamPP Muhammadiyah
Previous Post

Kemenag: Indeks Kerukunan Umat Beragama di Tahun 2019 Meningkat

Next Post

Lebih 38 Ribu Jemaah Akan Nikmati Fast Track Haji 2020 dari Bandara Juanda

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks