Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

PBNU Apresiasi Sikap Kader Banser Tak Terprovokasi Meski Dipersekusi

Abi Abdul Jabbar Sidik
11 December 2019 | 13:51
rubrik: Nusantara
PBNU Sesalkan Hukuman Bersalah Kepada Baiq Nuril, Terkait Rekam Percakapan Cabul

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas(foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bidang bidang Hukum, HAM, dan Perundang-undangan Robikin Emhas mengapresiasi Sikap dua orang kader banser ang tetap tenang dan tidak terprovokasi saat dipersekusi oleh orang yang tidak dikenal di Jalan Ciputat Raya, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (10/12).

“Sikap sahabat Eko Sutriyo dan Wildan patut dipuji: Mereka berdua tetap tenang, sabar dan tidak terpancing provokasi berupa olokan, cacian, paksaan dan tindakan yang mengesankan diri paling tahu Islam,” kata Robikin seperti dikutip dari laman NU Online, Rabu (11/12)

Menurutnya, respons anggota Banser tersebut membuktikan kedalaman kualitas agama dan akhlak. Dia menyebut Islam melarang mengkafirkan sesama muslim.

“Islam melarang pengkafiran terhadap sesama muslim. Mudahnya menjatuhkan vonis kafir ini boleh jadi disebabkan karena ideologi takfiri yang belakangan berkembang di Indonesia. Baginya, selain pengikut ajarannya adalah kafir. Sehingga stempel kafir disematkan kepada siapa saja yang tidak sepaham dengan ajarannya. Tidak peduli sesama pemeluk Islam yang pokok ajaran agama berupa syahadat, salat, puasa, zakat dan hajinya sama,” tutur Robikin.

Baca Juga : Viral Video Kader Banser NU Dicap Kafir Karena Tak Mau Ucap Kalimat Takbir

Ia menegaskan bahwa Islam melarang pengkafiran terhadap sesama muslim. Menurutnya, mudahnya seseorang memvonis kafir orang lain bisa jadi karena ideologi takfiri yang belakangan berkembang di Indonesia.

Bagi ideologi takfiri, katanya, selain pengikut ajarannya adalah kafir. Sehingga stempel kafir disematkan kepada siapa saja yang tidak sepaham dengan ajarannya. Tidak peduli sesama pemeluk Islam yang pokok ajaran agama berupa syahadat, shalat, puasa, zakat dan hajinya sama sekali pun.

“Perilaku merasa diri paling Islam, apalagi disertai akhlak tercela dengan mengolok, mencaci dan memaksa justru mencoreng wajah Islam dan menurunkan keluhuran ajaran Islam itu sendiri,” jelasnya.

See also  Duka Cita Mendalam PBNU Atas Kepergian Gus Sholah

Sebagaimana diketahui, sejak kemarin beredar video yang menayangkan seseorang tidak dikenal yang menghadang dua anggota Banser yang sedang mengendarai sepeda motornya.

Pelaku menghardik dan meminta korban (dua anggota Banser) menunjukkan kartu identitas penduduk untuk mengetahui agama korban. Pelaku juga meminta korban untuk bertakbir sebagai bentuk identitas keislaman yang diyakininya.

Pelaku juga mengeluarkan kata-kata kasar dengan menyebut korban sebagai binatang. Pelaku juga membawa-bawa identitas etnis dan jawara Betawi untuk menunjukkan superioritasnya di depan korban. Ia mengancam korban.

Tags: banser NUpbnuRobikin Emhas
Previous Post

Viral Video Kader Banser NU Dicap Kafir Karena Tak Mau Ucap Kalimat Takbir

Next Post

Pertama Kali, Nike Rilis Baju Renang Berhijab

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks