Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Kemenkop dan UKM Bersama Tokopedia Bahas Penguatan Brand UMKM

Irawan Nugroho
4 November 2019 | 16:24
rubrik: Indeks
Kemenkop dan UKM Bersama Tokopedia Bahas Penguatan Brand UMKM

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menerima audiensi Pendiri Tokopedia William Tanuwijaya. Jakarta, Senin (04/11/2019).

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) harus memiliki brand yang kuat dan mampu menjadi brand masa depan sehingga dapat menguasai pasar domestik dan bersaing secara global. Untuk itu, hambatan-hambatan untuk menjadikan UMKM naik kelas harus dapat diatasi.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dan Pendiri Tokopedia William Tanuwijaya membahas hal tersebut saat berdiskusi di ruang kerja Menteri, Jakarta, Senin (4/11).

UMKM Tidak Boleh Berhenti Sebagai UMKM

Menteri menilai memperkuat UMKM agar dapat menguasai pasar domestik dan global merupakan tujuan besar yang harus dicapai. Menteri menyambut baik segala kerjasama yang bisa mendorong UMKM naik kelas.

“Kami berdiskusi agar bagaimana UMKM tidak berhenti sebagai UMKM, bagaimana UMKM naik kelas dan menjadi brand masa depan Indonesia. Hampir semua perusahaan besar Indonesia yang melengenda sampai ke luar negeri awalnya juga UMKM,” kata William usai pertemuan tersebut.

Dikemukakan dalam pertemuan itu, dibahas masalah-masalah yang menghambat perkembangan UMKM. Bentuk kebijakan yang dapat dilakukan pemerintah untuk mempercepat UMKM naik kelas, seperti perizinan.

Memperkuat UMKM Berarti Menguasai Pasar Dalam Negeri

William menegaskan UMKM adalah pelaku bisnis pejuang dan tidak perlu dikasihani. Yang dibutuhkan adalah model-model program untuk UMKM perlu mendukung kemandirian mereka.

“Banyak UMKM yang sudah produksi sendiri, namun untuk naik kelas menghadapi banyak masalah, misalnya perizinan yang lama. Masalah ini membuat UMKM lama merambah pasarnya ke skala nasional bahkan ekspor,” kata William.

Ia menilai memperkuat daya saing UMKM harus dimulai dengan menguasai pasar dalam negeri. Caranya dengan memperkuat brand dan UMKM menjadi industri. Potensi ekspor akan tercapai bila memiliki daya saing secara kualitas dan memiliki pasar yang jelas di luar negeri.

See also  Penghargaan Perempuan Inspirasi Indonesia, Wagub NTB: “Muslimah Indonesia Harus Mampu Menjawab Tantangan Peradaban”

Menurutnya jika ingin masuk ke pasar ekspor, brand UMKM juga harus menjadi brand global. Unutk ituperlu ada pelatihan yang tidak hanya berhenti bagaimana memproduksi barang berkualitas juga pada pelatihan manajemen dan memproduksi barang dalam produksi besar. Banyak produk kUMKM yang sebenarnya sudah berkualitas seperti fashion, kosmetik yang dapat menjadi brand masa depan dan berkembang menjadi industri.

Saat ini, Tokopedia memiliki 6,6 juta mitra penjual dengan 86,5 persen adalah pengusaha baru. Tokopedia menargetkan transaksi tahun 2019 hingga Rp 222 triliun yang akan berkontribusi sebesar 1,5 persen terhadap ekonomi Indonesia. Tahun depan targetnya 2 persen kontribusinya dari UMKM yang tergabung di tokopedia.*(Ed.i)

Tags: UMKM Naik Kelas
Previous Post

Tiga Wejangan Rasulullah SAW saat Penikahan Ali dan Fathimah

Next Post

Menteri Koperasi dan UKM Keluarkan Lima Program Unggulan Untuk Tingkatkan Daya Saing UKM

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks