Bahkan, mereka didorong untuk berdaya melalui program pemberdayaan disabilitas yang dimiliki Dompet Dhuafa. Di bidang ekonomi, Dompet Dhuafa juga tak luput memberdayakan mereka yang memiliki keterbatasan fisik, para disabilitas.
Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi drg. Imam Rulyawan MARS., mengatakan, hal tersebut agar kaum disabel mampu mandiri, berdikari, bahkan dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi negara ini.
“Bahwa pada hakekatnya manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Tuhan dalam keadaan sempurna. Diantara manusia tidak ada yang lebih atau kurang sempurna antara yang satu dengan yang lain,” katanya Selasa (4/12).
Menurutnya, setiap manusia diciptakan dengan kesempurnaannya masing-masing. Karena itu, lanjut Imam Dompet Dhuafa sebagai pelopor Lembaga kemanusiaan tidak memandang status sosial, ekonomi ataupun fisik untuk mengangkat martabat sosial manusia.
“Meminimalisir kondisi tersebut, Dompet Dhuafa sebagai lembaga zakat yang bergerak dalam bidang kemanusiaan ini turut berikhtiar memberdayakan para penyandang disabilitas melalui program pemberdayaan ekonomi dengan berbagai macam,” terangnya.
Imam menjelaskan, Program Pemberdayaan Ekonomi Disabilitas Dompet Dhuafa telah dimulai sejak tahun 2013. Dalam program pemberdayaan ekonomi, Dompet Dhuafa kata dia tidak hanya memberikan modal usaha kecil, tetapi juga berupa proses pendampingan berupa penggunaan teknologi tepat guna, pelatihan keahlian sesuai programnya, hingga ke pembukuan. Tio/Kontributor.
