Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

DDII Apresiasi Partisipasi Tokoh lintas Agama Pada Acara Re-uni Akbar Gerakan 212

Abi Abdul Jabbar Sidik
4 December 2018 | 11:58
rubrik: Nusantara
DDII Apresiasi Partisipasi Tokoh lintas Agama Pada Acara Re-uni Akbar Gerakan 212

Ketua Umum Dewan Dakwah Ustadz Mohammad Siddiq. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta–Ketua Umum Dewan Dakwah Ustadz Mohammad Siddiq MA, mengapresiasi kegiatan reuni 212 di Monas, Ahad 2 Desember 2018 kemaren yang berjalan lancar, luber, aman, damai, bersih dan teratur, dengan peserta melebihi rencana.

“Selain itu juga tokoh-tokoh lintas agama pada acara reuni akbar 212 para tokoh-tokoh lintas agama memberikan berbagai alasan yang menunjukkan dukungan mereka atas reuni 212 yang merupakan reaksi atas pelecehan ayat suci al Qur’an oleh Gebernur penerus DKI waktu itu, Basuki Tjahya Purnama,” katanya Selasa (4/12).

Ustadz juga menyampaikan dengan dukungan tokoh lintas agama tersebut baik dari agama Kristen, Katolik, Hindu dan Budha membantah kekhawatiran sementara kalangan bahwa reuni alumni 212 bersifat sektarian.

Dirinya berharap saling pengertian seperti ini dapat dipelihara oleh semua pihak sesuai dengan prinsip dasar program yang mendorong Kerukunan Umat Beragama.

Ia menganjurkan diadakan langkah-langkah yang lebih mengharmoniskan kerukunan hidup ummat beragama. Dalam hubungan ini Ketua Umum Dewan Da’wah menyesalkan adanya partai politik yang menolak peraturan atau undang -undang yang memfasilitasi kehidupan ummat beragama baik Islam maupun agama yang lain.

“Adanya penolakan terhadap peraturan atau undang-undang yang memfasilitasi pelaksanaan ibadah agama menunjukkan gagal faham terhadap sejarah kemerdekaan dan kesepakatan nasional oleh para ‘founding fathers’ kemerdekaan RI dari semua aliran dan agama,” ungkapnya.

Menurutnya, pernyataan seperti itu hanya mengundang kebencian dan perpecahan diantara anak Bangsa yang semuanya sudah sepakat menerima Pancasila sebagai filsafat Negara, yang otomatis harus menjadi dasar utama dalam menyusun perundangan dan tata kelola Negara ditingkat Pusat maupun Daerah.

“Adalah tugas negara memfasilitasi dan memudahnkan rakyatnya melaksanakan syariat agama anak negeri seperti yang telah terlaksana sejak hari-hari awal kemerdekaan RI dengan didirikannya  Kementerian Agama pada bulan Januari 1946 yang mengayomi semua agama,” pungkasnya. Tio/Kontributor.

See also  Relawan MER-C Terus Pantau Kondisi Pasien Pasca Operasi
Previous Post

Dubes Arab Saudi Dianggap Campuri Urusan RI, Terkait Ciutannya Soal Aksi 212 dan Pembakaran Bendera Tauhid

Next Post

Dompet Dhuafa Berdayakan Kaum Disabilitas Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks