MADANINEWS.ID, Jakarta – Setelah mendatangkan 54 ton bahan bangunan dari Makassar, untuk pembangunan masjid semi permanen di Sulawesi Tengah (Sulteng), relawan Dewan Masjid Indonesia (DMI) kini bahu membahu menggenjot pembangunan masjid-masjid tersebut di lokasi pengungsian di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi.
“Alhamdulillah masjid semi permanen pertama yang dibangun oleh DMI selesai pengerjaannya dalam waktu 48 jam,” kata Yadi Jentak, Koordinator Lapangan Bantuan DMI, Senin (5/11).
Dia menjelaskan, bahwa masjid tersebut dibangun disamping masjid Salman Alfarisi yang terletak di dusun 3, Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulteng. “Bangunan masjid Salman Alfarisi rubuh akibat gempa bumi yang terjadi pada tanggal 28 september yang lalu,” katanya.
Yadi yang kini berada di lokasi pembangunan masjid menerangkan bahwa, Ahad (4/11/2019) kemaren Tim Bantuan DMI untuk Sulteng akan memulai pengerjaan masjid semi permanen yang kedua yang jaraknya tidak jauh dari masjid sebelumnya.
“Dulunya masjid ini bernama Masjid At Tartib yang berlokasi di Desa Sidera, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi. Masjid ini sudah ambruk akibat terjangan lumpurdan tanah bergerak yang melintas didesa tersebut,” jelasnya.
“Insha Allah beberapa hari ke depan sudah ada beberapa unit masjid semi permanen yang telah berdiri dan sudah digunakan beribadah oleh kaum muslim di lokasi pengungsian,” kata Yadi yang mengawal langsung pengiriman bahan bangunan masjid dari Kawasan Pergudangan Patene, Makassar, pada 30 Oktober 2018 lalu. Tio/Kontributor.
