MADANINEWS.ID, Jakarta– Dewan Masjid Indonesia (DMI) kini mulai menggenjot pembangunan masjid-masjid semi permanen di lokasi pengungsian Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi Sulawesi Tengah (Sulteng).
Koordinator Lapangan Bantuan DMI, Yadi Jentak mengatakan sebuah masjid dibangun membutuhkan waktu sekitar 2 hari per unit. Jadi, kata Yadi 2 bulan ke depan 30 masjid semi permanen yang tahan gempa, sudah akan berdiri dan sudah bisa berfungsi.
“Rencananya akan dibangun seratus masjid semi permanen untuk mengantikan sementara masjid yang rusak akibat bencana gempa bumi, likuifaksi dan tsunami di Sulawesi Tengah,” katanya Senin (5/11).
Sebelumnya, jelas Yadi, pihak DMI telah membangun 25 masjid darurat lengkap dengan sound sistem di lokasi pengungsian bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia, TNI dan Polri.
“Sound sistem tersebut sumbangan dari Yayasan Kalla Grup yang disalurkan melalui DMI untuk melengkapi masjid semi permanen di lokasi pengungsian. Ini supaya suara azan bisa bergema ke seantero wilayah pengungsian, sekaligus bisa menjadi sarana penyebaran informasi kepada para pengungsi dan warga sekitar,” pungkasnya.
Yadi juga menambahkan bahwa struktur masjid semi permanen yang dibangun DMI ini terbuat dari baja ringan. Dari 30 masjid yang dibangun terdiri dari 10 masjid semi permanen berukuran 10 meter x 10 meter dan 20 masjid semi permanen berukuran 15 meter x 10 meter.
“Jumlah masjid yang rusak dan harus dibangun kembali mencapai seratus, dengan biaya Rp. 80 juta per masjid, Dan 30 unit ini merupakan tahap awal,” tutupnya. Tio/Kontributor.
