Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

PBNU dan PP Muhammadiyah Keluarkan Pernyataan Bersama Jelang Tahun Politik

Abi Abdul Jabbar Sidik
2 November 2018 | 10:42
rubrik: Nusantara
Komitmen Muhammadiyah dan NU Ta’awun untuk Negeri

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir berjabat tangan dengan Ketum PBNU Said Aqil Siradj. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter
MADANINEWS.ID, JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dipimpin oleh Ketua PBNU Said Aqil Siradj melakukan kunjungan ke Pengurus Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) pada Rabu (31/10). Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan PP Muhammadiyah ke kantor PBNU 24 Maret 2018.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan melalui kunjungan ini Muhammadiyah ingin membangun ta’awun atau kerjasama yang lebih aktif lagi dengan berbagai komponen bangsa, termasuk Nahdlatul Ulama (NU).
Usai pertemuan, kedua ormas Islam terbesar di tanah air ini mengeluarkan pernyataan bersama. berikut isi pernyataan tersebut.
Menyadari pentingnya kedaulatan tindak kemajuan bangsa dan negara,Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyatakan:

1.Berkomitmen  kuat menegakkan keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republlk Indonesia yang berdasarkan atas Pancasila sebagai bentuk dan sistem kenegaraan yang IslamI.Bersamaan dengan itu menguatkan dan memperluas kebersamaan dengan seluruh komponen bangsa dalam meneguhkan integrasi nasional dalam suasana yang damai,persaudaraan,dan saring berbagi untuk persatuan dan kemajuan bangsa.

2.Mendukung sistem demokrasi dan proses demokratisasi sebagai mekanisme politik kenegaraan dan seleksi kepemimpinan nasional yang dilaksanakan dengan profesional , konstitusional,adil,jujur,dan berkeadaban. Semua pihak agar mendukung proses demokrasi yang substantif serta bebas dari politik yang koruptif dan transaksional demi tegaknya kehidupan politik yang dijiwai nilai-nilai Agama,Pancaslla,dan kebudayaan luhur Indonesia.

3.Meningkatkan   komunikasi  dan   kerjasama  yang   konstruktif untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun masyarakat yang makmur baik material maupun spiritual,serta peran politik kebangsaan melalui program pendldlkan,ekonomi,kebudayaan,dan bidang-bidang strategis lainnya. Komunikasi dan kerjasama tersebut sebagai perwujudan ukhuwah keumatan dan kebangsaan yang produktif untuk kemajuan Indonesia.

4.Pada tahun politik ini semua pihak agar mengedepankan kearifan, kedamaian, toleransi, dan kebersamaan ditengah perbedaan pillhan politik.Kontestasi politik diharapkan berlangsung damal, cerdas, dewasa, serta menjunjung tinggi keadaban serta kepentingan bangsa dan negara.Hindari sikap saling bermusuhan dan saling menjatuhkan yang dapat merugikan kehidupan bersama.Kami percaya rakyat dan para elite Indonesia makin cerdas,santun,dan dewasa dalam berpolitik.

See also  PCINU Belanda Galang Dana Bantuan Untuk Korban Gempa Lombok
Tags: Haedar nashirpbnuPP MuhammadiyahSaid Aqil Siradj
Previous Post

Komitmen Muhammadiyah dan NU Ta’awun untuk Negeri

Next Post

Kemenag Siapkan Sistem Deteksi Dini Isu Keagamaan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks