Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Komitmen Muhammadiyah dan NU Ta’awun untuk Negeri

Abi Abdul Jabbar Sidik
2 November 2018 | 10:33
rubrik: Nusantara
Komitmen Muhammadiyah dan NU Ta’awun untuk Negeri

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir berjabat tangan dengan Ketum PBNU Said Aqil Siradj. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter
MADANINEWS.ID, JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dipimpin oleh Ketua PBNU Said Aqil Siradj melakukan kunjungan ke Pengurus Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) pada Rabu (31/10). Kedatangan PBNU disambut hangat oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.
Kunjungan ini  menurut Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah ingin membangun ta’awun atau kerjasama yang lebih aktif lagi dengan berbagai komponen bangsa, termasuk Nahdlatul Ulama (NU). Ia menambahkan kunjungan ini merupakan kunjungan balasan PP Muhammadiyah ke kantorPBNU 24 Maret 2018.
“Karena ini adalah organisasi Islam yang tua dan ikut mendirikan bangsa, kami ingin hadir sebagai ummatan wasathan, umat tengahan yang tetap berkemajuan membangun keadaban. Semangat kita adalah maju bersama dan berbagi,” ujar Haedar di tengah konferensi pers bersama dengan PBNU di gedung PP Muhammadiyah Jakarta, Menteng Jakarta Pusat pada Rabu (31/10).
“Ini semua tentang persaudaraan, kekeluargaan dan keakraban. Bahkan tadi kami menghadirkan dua hidangan Nasi Liwet Solo yang berkemajuan dan Nasi Kebuli Arab yang dinusantarakan,” celetuk Haedar Nashir disambut tawa oleh Ketua PBNU Said Aqil Siradj.
Di tengah suasana tahun politik yang tidak ideal, Haedar menyatakan pentingnya mengutamakan kebersamaan.
“Apalagi untuk ta’awun, Muhammadiyah dan NU memiliki usaha spesifik. NU punya pesantren, Muhammadiyah punya pendidikan umum. Sekarang sudah sama-sama bergerak. Muhammadiyah punya pesantren dan NU punya pendidikan umum, NU dan Muhammadiyah adalah organisasi besar yang segala gerak-geriknya akan menjadi rujukan. Kami percaya semua organisasi di Indonesia punya perhatian untuk membangun negara yang damai, kendati bukan berarti tanpa masalah,” tegas Haedar.
Menanggapi Haedar, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menekankan pentingnya Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama menjaga kepribadian umat Islam Indonesia yang dikenal ramah, pemaaf, toleran, terbiasa dengan perbedaan dan menjaga persaudaraan.
“Dari dulu NU dan Muhammadiyah menjaga karakter ini. NU dan Muhammadiyah berkewajiban mengawal ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathoniyah meski tidak ada yang meminta,” ujar Said Aqil.
See also  Wavin Catat Sukses di Kala Pandemi
Tags: pbnuPP Muhammadiyah
Previous Post

KAMMI Minta Pemerintah Buat Perjanjian Mandatory Consular Notification Dengan Arab Saudi

Next Post

PBNU dan PP Muhammadiyah Keluarkan Pernyataan Bersama Jelang Tahun Politik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks