MADANINEWS.ID, JAKARTA – Modest merupakan busana santun yang menutupi sebagian besar tubuh dengan potongan yang tidak menampakkan siluet tubuh. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, industri modest fashion di Tanah Air tentu memiliki potensi yang besar.
Sebagai upaya untuk mengembangkan modest fashion secara luas, komunitas Indonesia Modest Fashion Designer (IMFD) tahun ini kembali menggelar Indonesia Modest Fashion Week (IMFW) pada 3-7 Oktober 2018 di Cendrawasih Hall Jakarta Convention Center, Jakarta.
Uniknya, ajang yang diramaikan oleh 100 desainer dan 40 model tersebut mengusung tema Heritage Long The Coast of Indonesia yang artinya mengangkat eksotisme kain warisan budaya pesisir Indonesia sebagai highlight.
Salah satu rancangan yang cukup menarik perhatian adalah Dhyani Prima.
Pasalnya, Dhyani Prima memamerkan koleksinya yang bertajuk Labello Keindahan yang terinspirasi dari Keindahan Sutra Makassar. Tema Makassar ini adalah yang ketiga kalinya dipamerkan Dhyani di berbagai ajang pameran dan fashion show di tanah air.

“Terinspirasinya, mengenal Makasar sudah lama,sudah dari dari jaman sekolah dulu ,karena saya pernah tinggal d makasar,dan sering ada Event disana. Tempatnya yang bagus dan jarang di ekspos untuk di dunia Fashion, Jadi saya ingin mengexsplore keindahan Makasar,” kata Dhiyani di Jakarta, Minggu (07/10)
Di ajang IMFW ke-2 nya di tahun ini, Dhyani menampilkan 10 karya terbaiknya. Karya-karya yang ditampilkan lebih banyak menggunakan warna hitam sebagai bahan dasarnya lalu dibalut dengan kain sutra Makassar dengan motif yang beraneka ragam dan berwarna cerah.
Selain sutra makasar Ia juga menggunakan bahan sifon,satin silk,ada bahan kain jaguar,dan kain plisket. Kombinasi jenis kain tersebut dengan kain Makassar menurutnya sangat menonjolkan karakteristik keindahan pesisir Makassar.
Untuk inspirasi desainnya sendiri, Dhyani menjadikan tren fashion di UK sebagai acuan. “Saya tertarik model klasik yang simple yang di pakai oleh para bangsawan yang di Inggris,makanya kenapa saya memilih desain yang kelihatan sederhana,simple tapi terlihat anggun untuk yang memakainya. Jadi dengan kesederhanaan itu gak usah neko-neko,banyak pernak pernik di baju tetapi terlihat bagus,elegan ketika di kenakan.Bisa di pakai sepanjang masa dan terlihat mengikuti trend mode kekinian” papar Dhyani.
Untuk karyanya yang ditampilkan di ajang IMFW kali ini, Dhyani mematok harga mulai dari 2 hingga 3,5 juta rupiah dan bisa didapatkan secara offline di beberapa pusat perbelanjaan seperti di FX Sudirman, Gallery Smesco, Q Big BSD City Mall serta pembelian online bisa melalui website dhyssyari.com atau instagram dhys_dyaniprima.
Harapan Dhyani melalui ajang IMFW ini bisa menjadi media dirinya untuk bersyiar, mengembangkan dan mengajak kaum muslimah untuk berjilbab. Ia juga ingin menunjukan melalui karya-karyanya bahwa dengan berjilbab perempuan kelihatan lebih cantik,anggun dan menarik.
