Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Ulama dan Tokoh Agama Diminta Berikan Penguatan Mental Spiritual, Terkait Penyebaran Keyakinan di Lokasi Pengungsian

Abi Abdul Jabbar Sidik
2 September 2018 | 11:04
rubrik: Nusantara
Ini Imbauan Bagi Para Lembaga Kemanusiaan, Terkait Penyebaran Keyakinan di Lokasi Pengungsian
Share on FacebookShare on Twitter

IBADAH.ID, Jakarta–Akhir-akhir ini di media sosial, diramaikan dengan adanya isu proselitisme (penyebaran keyakinan/agama) yang diduga dilakukan oleh pi hak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Karena itu, Humanitarian Forum Indonesia (HFI) merupakan forum bagi 15 lembaga kemanusiaan berbasis iman, yang terdiri dari Muhammadiyah Disaster Management Centre, Dompet Dhuafa, KARINA, KWI, Yayasan Tanggul Bencana di Indonesia, Wahana Visi Indonesia, YAKKUM Emergency Unit, Perkumpulan Peningkatan Keberdayaan Masyarakat, PKPU Human Initiative, Church World Service, Habitat for Humanity Indonesia, Unit Pengurangan Risiko Bencana Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Rebana Indonesia, Rumah Zakat, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama, dan BAZNAS Tanggap Bencana.

Direktur Eksekutif  Humanitarian Forum Indonesia Surya Rahman Muhammad mengajak kepada seluruh Tokoh Agama (Tuan Guru, Ulama, Ustadz) di Nusa Tenggara Barat untuk turut serta memberikan penguatan mental dan spiritual kepada seluruh penyintas dan terlibat dalam proses pemulihan paska gempa.

“Mengimbau seluruh pihak untuk melakukan konfirmasi (tabayyun) terkait informasi-infomasi yang beredar di media sosial sebelum menyebarkan kembali untuk mengurangi informasi yang menyesatkan (hoax) dan fitnah,” ujarnya kepada Islampos.com di Jakarta, ahad (2/9).

Surya meminta, jika menemukan kasus-kasus yang mengganggu proses penanganan penyintas untuk Lombok kembali Bangkit, dapat melaporkan hal tersebut kepada pihak keamanan setempat dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

“Selain itu, memberikan jaminan kepada seluruh pihak bahwa seluruh anggota HFI yang turut memberikan dukungan kemanusiaan di Lombok, akan selalu berpegang pada kode etik dasar  kemanusiaan & 13 prinsip standar akuntabilitas  pengelolaan bantuan kemanusiaan,” ungkapnya.

Diantaranya, kata Surya Idependensi, Komitmen Organsisasi, Kompetensi, Non Diskriminasi, Partisipasi, Transparansi, Koordinasi, Pembelajaran dan Perbaikan, Kemitraan, *Non-Proselitisme*, Mekanisme Umpan Balik, Kemandirian, dan Keberpihakan terhadap Kelompok Rentan. Tio/Kontributor

See also  Pengusaha Mikro Mendapat Fasilitas Sertifikasi Usaha Gratis
Previous Post

Akhirnya Warga di Kamp Pengungsian Lengkukun Miliki Fasilitas MCK

Next Post

MUI Kota Serang Menolak Aturan Pengeras Suara Masjid

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks